UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Para ASN dan non-ASN Pemerintah Kota Yogyakarta mengikuti senam dan lomba olahraga tradisional pada Sabtu (6/6/2026) di kompleks Balai Kota Yogyakarta. Kegiatan itu merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemkot Yogyakarta. Senam dan olahraga tradisional juga untuk meningkatkan kesehatan fisik dan kekompakan para pegawai dan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik.

Kegiatan diawali dengan Senam Jogja, aerobik dan zumba yang diikuti para pegawai di Jalan Ipda Tut Harsono. Kemudian lomba olahraga tradisional di gelar di Lapangan Balai Kota Yogyakarta. Olahraga tradisional yang dilombakan adalah bakiak untuk perempuan dan tarik tambang untuk pria. Keseruan dan kebersamaan terlihat dari para peserta yang mengikuti lomba tersebut. Para ASN dan non-ASN yang tidak menjadi peserta juga hadir memberikan dukungan.

Ratusan pegawai ASN dan NON-ASN Pemkot Yogyakarta mengikuti senam bersama rangkaian kegiatan HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta. 

Penjabat Sekda Pemkot Yogyakarta Dedi Budiono mengatakan peringatan HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta menampilkan prestasi-prestasi Pemkot Yogyakarta dalam melakukan pelayanan publik. Dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat dibutuhkan kesehatan fisik dan kekompakan para ASN dan non-ASN. Hal itu juga sejalan dengan tema HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta yakni Aman, Sehat, Resik, Indah.

“Untuk pelayanan publik tentu saja dibutuhkan kesehatan fisik juga dan dibutuhkan kekompakan. Jadi kegiatan hari ini merefleksikan itu, bagaimana kita meningkatkan kebugaran fisik dan juga melatih kekompakan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik,” kata Dedi ditemui di sela kegiatan.

Lomba olahraga tradisional tarik tambang antar OPD Pemkot Yogyakarta memperingati HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta. 

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta Sarwanto menyatakan lomba olahraga tradisional dipilih karena sekaligus untuk melestarikan  olahraga  tradisional. Selain itu dalam olahraga tradisional memiliki nilai-nilai karakter kebersamaan dan gotong royong. Melalui kegiatan itu diharapkan bisa menjadi ruang kebersamaan dan meningkatkan kekompakan para ASN dan non-ASN Pemkot Yogyakarta.

“Ya, karena kita dalam rangka untuk terus nguri-uri (melestarikan) olahraga tradisional kita. Jjngan sampai teman-teman khususnya pegawai Pemerintah Kota Yogyakarta melupakan olahraga tradisional. Ini menjadi sarana saling kumpul dan kebersamaan serta gotong royong bagi teman-teman di Pemkot Yogya,” tutur Sarwanto.

Lomba bakiak yang diikuti pegawai perempuan antar opd Pemkot Yogyakarta. 

Salah satu peserta lomba olahraga tradisonal Azzahra Novitri Wulandari dari Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta menyambut baik kegiatan itu. Menurutnya lewat kegiatan itu menjadi ruang kebersamaan dan solidaritas antar pegawai. Tidak hanya dalam satu organisasi perangkat daerah (OPD), tapi seluruh OPD Pemkot Yogyakarta.

“Menurut saya adanya kegiatan ini bagus dan menjaga solidaritas. Karena kita tahu OPD kadang-kadang suka masing-masing, kekeluargaannya kurang. Dengan ada acara ini menurutku bagus untuk kita saling jadi kekeluargaan dan kebersamaan,” ucap Azzahra.