KOTAGEDE,REDAKSI17.COM – Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, bersama Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, dan Ketua (Koperasi Konsumen Karyawan PT SGM Yogyakarta) KOPERKASA, Andi Nugroho, meresmikan kantor baru sekaligus kegiatan ini sebagai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 koperasi tersebut yang berlangsung di Kantor KOPERKASA Yogyakarta, Sabtu (6/6).
KOPERKASA kini mengelola berbagai unit bisnis, mulai dari simpan pinjam, minimarket, general trading, rental kendaraan, tour and travel, snack dan lunchbox, laundry, hingga badan usaha PT KMA dan PT BKM. Beragam usaha tersebut menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Saat ditemui, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasi atas capaian KOPERKASA yang mampu bertahan dan berkembang selama lima dekade hingga memiliki kantor sendiri serta berbagai unit usaha yang produktif.
“Selamat atas peresmian kantor baru KOPERKASA sekaligus peringatan ulang tahun ke-50. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Di usia 50 tahun, KOPERKASA sudah memiliki kantor sendiri, menjalankan usaha simpan pinjam, pariwisata, perdagangan ritel, dan berbagai unit usaha lainnya yang berkembang dengan baik,” ujar Wawan.

Menurutnya, keberhasilan KOPERKASA layak menjadi contoh bagi koperasi-koperasi karyawan lainnya, baik di Kota Yogyakarta maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.
“KOPERKASA harus bisa menjadi role model bagi koperasi karyawan lainnya. Kami berharap koperasi ini terus berkembang dan turut membina koperasi-koperasi lain, termasuk Koperasi Merah Putih, minimal di wilayah Kemantren Kotagede,” katanya.
Wawan juga mengapresiasi langkah digitalisasi yang telah diterapkan dalam pengelolaan koperasi serta capaian kesejahteraan anggota yang terus meningkat melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) setiap tahun.
“Kami berharap manajemen dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan koperasi. Digitalisasi yang sudah berjalan dengan baik ini dapat menjadi contoh bagi koperasi lain sehingga mampu mengikuti jejak keberhasilan KOPERKASA,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menilai usia 50 tahun merupakan fase kematangan yang menandai kekuatan dan keberlanjutan sebuah koperasi.

Menurutnya, keberadaan kantor baru semakin memperkuat eksistensi KOPERKASA sebagai koperasi modern yang mampu mengikuti perkembangan zaman dan terus mengembangkan berbagai lini bisnis. “Ini menunjukkan bahwa koperasi mampu bertransformasi menjadi koperasi modern. KOPERKASA memiliki beragam unit usaha dan menjadi contoh koperasi yang ideal. Bahkan saya melihat ini sebagai prototipe koperasi yang layak menjadi contoh tidak hanya untuk Kota Yogyakarta, tetapi juga Indonesia,” katanya.
Ia berharap KOPERKASA dapat terus menjalin kolaborasi dengan koperasi lain yang skalanya lebih kecil agar tercipta ekosistem koperasi yang saling mendukung dan berkembang bersama.
Selanjutnya, Ketua KOPERKASA, Andi Nugroho, menjelaskan bahwa peringatan 50 tahun berdirinya koperasi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang organisasi sekaligus meneguhkan komitmen menuju masa depan yang lebih maju.
KOPERKASA sendiri berawal dari koperasi karyawan PT Sari Husada yang berdiri pada tahun 1976. Kini koperasi tersebut telah berkembang menjadi organisasi dengan sekitar 1.500 anggota yang tersebar di Yogyakarta, Klaten, Bogor, dan Jakarta.
“Usia 50 tahun merupakan usia emas bagi kami. Ini menjadi tonggak penting untuk melangkah ke depan agar koperasi semakin sehat, maju, mandiri, dan modern sesuai dengan tagline yang kami usung,” kata Andi.
Ia menjelaskan bahwa secara finansial KOPERKASA terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Saat ini aset dan omzet koperasi telah mencapai lebih dari Rp35 miliar, dengan pertumbuhan SHU pada tahun 2025 mencapai hampir 57 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, kantor baru yang diresmikan merupakan hasil murni dari usaha dan pengelolaan koperasi tanpa subsidi dari perusahaan induk. “Gedung ini merupakan simbol kemandirian koperasi karena dibangun dari hasil kerja keras anggota dan pengelolaan usaha koperasi. Kami ingin terus berkembang tanpa bergantung sepenuhnya kepada perusahaan,” ujarnya.
Pihaknya berharap, ingin menjadi one stop service bagi anggota dan masyarakat. Selain itu dapat meningkatkan kesejahteraan anggota, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.