Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Partai Buruh Said Iqbal disebut akan dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Informasi tersebut disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea.
“Bung Iqbal besok mudah-mudahan, insyaAllah akan menjadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan. Kita dukung penuh sebagai gerakan buruh,” ujar Andi Gani saat menghadiri Kongres Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).
Andi meyakini Said Iqbal tetap akan memperjuangkan kepentingan pekerja meski bergabung ke dalam pemerintahan.
“Saya yakin tokoh-tokoh buruh yang masuk pemerintahan tidak akan meninggalkan ideologi pembelaan terhadap buruh dan tidak akan meninggalkan jalan perjuangan walaupun sudah jadi pejabat pemerintahan,” katanya.
Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi pemerintah tengah membahas kemungkinan masuknya Said Iqbal ke dalam pemerintahan.
“Sedang kita diskusikan,” kata Prasetyo di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Prasetyo, posisi yang akan ditempati Said Iqbal berkaitan dengan bidang yang selama ini ia perjuangkan.
“Kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini, dengan buruh, tenaga kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Said Iqbal belum memberikan konfirmasi terkait kabar tersebut.
“Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama Presiden ya bang,” kata Said Iqbal.
Rekam Jejak Said Iqbal
Said Iqbal lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968.
Ia menempuh pendidikan Diploma III Teknik Mesin di Politeknik Universitas Indonesia (kini Politeknik Negeri Jakarta) pada 1988-1991.
Setelah lulus, ia bekerja sebagai buruh di sebuah perusahaan elektronika di Kabupaten Bekasi pada 1992.
Gelar Sarjana Teknik Mesin diperolehnya dari Universitas Jayabaya pada 1996, sedangkan gelar Magister Ekonomi diraih dari Universitas Indonesia pada 2005.
Dari Buruh Pabrik Menjadi Aktivis Buruh
Karier Said Iqbal berawal dari dunia industri sebagai buruh pabrik elektronik di Bekasi.
Pada tahun yang sama, ia dipercaya menjadi ketua serikat pekerja di perusahaan tempatnya bekerja.
Pasca-Reformasi, Said Iqbal mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan aktif memperjuangkan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk upah minimum.
Pada 2012, ia terpilih sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan terus menjadi salah satu tokoh buruh paling berpengaruh di Indonesia.
Perjuangannya juga mendapat pengakuan internasional.
Pada 2013, ia menerima penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award dari serikat pekerja Belanda sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia.
Karier Organisasi
- Presiden Partai Buruh (2021-sekarang)
- Presiden KSPI (2012-sekarang)
- Presiden FSPMI (2003-2012)
- Anggota Dewan Pengupahan Nasional (2004-sekarang)
- Anggota LKS Tripartit Nasional (2004-sekarang)
- Wakil Presiden ASEAN Trade Union Council/ATUC (2016-sekarang)
- Anggota General Council International Trade Union Confederation (ITUC) (2017-sekarang)
- Anggota Central Committee International Metalworkers Federation (IMF) (2010-sekarang)
- Delegasi Indonesia pada Konferensi ILO (2021-2024)
Terjun ke Dunia Politik
Said Iqbal mulai aktif di dunia politik pada Pemilu 2009 saat mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, upayanya saat itu belum berhasil.
Meski demikian, ia tetap aktif menyuarakan berbagai isu ketenagakerjaan dan kerap menyampaikan kritik maupun masukan kepada pemerintah.
Pada Pilpres 2019, Said Iqbal mendukung pencalonan Prabowo Subianto.
Kemudian dalam Kongres ke-4 Partai Buruh pada Oktober 2021, ia terpilih sebagai Presiden Partai Buruh dan masih menjabat hingga saat ini.
Pada Pemilu 2024, ia juga memimpin Partai Buruh sebagai salah satu peserta pemilu nasional. (*)





