Beranda / Daerah / Usulkan Revitalisasi Stadion Tridadi Berstandar Nasional, Bupati Sleman Temui Langsung Menteri Pemuda dan Olahraga

Usulkan Revitalisasi Stadion Tridadi Berstandar Nasional, Bupati Sleman Temui Langsung Menteri Pemuda dan Olahraga

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan infrastruktur olahraga di wilayahnya. Guna merealisasikan hadirnya fasilitas olahraga berstandar nasional, Bupati Sleman, Harda Kiswaya bersama jajarannya melakukan audiensi langsung dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, di Kantor Menpora, Jakarta, pada Senin (8/6/2026) siang.

Dalam pertemuan strategis tersebut, Bupati Sleman didampingi oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir menyambut hangat kehadiran jajaran Pemkab Sleman dengan didampingi oleh Plt. Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Suyadi Pawiro, serta Staf Khusus Menpora, Tsamara Amany.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman menyampaikan bahwa atlet-atlet asal Sleman sejauh ini telah memberikan kontribusi nyata bagi prestasi olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kendati demikian, Sleman saat ini belum memiliki fasilitas olahraga yang berstandar nasional, terutama untuk cabang olahraga atletik.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Sleman telah mengusulkan rencana revitalisasi Stadion Tridadi kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang sebelumnya telah ditindaklanjuti lewat pertemuan dengan tim Ditjen Prasarana Strategis Kementerian PU pada April lalu.

“Pertemuan dengan Kemenpora hari ini merupakan tindak lanjut untuk memperoleh rekomendasi dari Menpora, yang nantinya akan menjadi dasar bagi Kementerian PU untuk melangkah. Pemkab Sleman berkomitmen penuh pada pembinaan atlet daerah agar siap berkiprah di ajang nasional dan internasional, yang diawali dengan penyediaan fasilitas olahraga memenuhi standar nasional, bahkan standar internasional jika memungkinkan,” ujar Bupati Sleman.

Menanggapi usulan tersebut, Menpora Erick Thohir menyatakan kesiapannya untuk memberikan surat rekomendasi yang dibutuhkan oleh Pemkab Sleman. Menpora meminta agar Pemkab Sleman segera melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian PU agar rekomendasi tersebut dapat langsung ditindaklanjuti secara teknis.

Lebih lanjut, Erick Thohir mengingatkan agar Pemkab Sleman memiliki perencanaan yang matang dalam hal tata kelola stadion pasca-revitalisasi. Stadion tidak boleh hanya ramai saat ada pertandingan, melainkan harus mampu mengintegrasikan aktivitas olahraga dengan geliat ekonomi lokal.

“Langkah ini penting supaya ada multiplier effect yang berdampak positif langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar. Pengelolaan stadion juga bisa dilakukan bersama pihak swasta melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO). Saat ini, Kemenpora tengah menyusun regulasi yang memuat pasal-pasal terkait KSO guna memberikan proteksi serta panduan yang proporsional bagi Pemerintah Daerah maupun pihak swasta,” tegas Erick Thohir.

Menyambung arahan Menpora, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga, Suyadi Pawiro, mengingatkan bahwa ruang kerjasama pengelolaan fasilitas olahraga kini semakin terbuka lebar. Ia menjelaskan bahwa telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara Kemenpora, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 2 Desember 2025 lalu.

Nota kesepahaman tersebut mengatur tentang sinergi pengelolaan dan pemanfaatan sarana serta prasarana olahraga di tingkat pusat maupun daerah. Oleh karena itu, Suyadi meminta Pemkab Sleman untuk segera menyusun timeline kerja yang jelas guna menindaklanjuti poin-poin sinergi dalam nota kesepahaman tersebut agar implementasinya di lapangan dapat berjalan optimal.

Melalui pertemuan ini, sinyal positif dari Kemenpora diharapkan dapat mempercepat langkah Pemkab Sleman dalam menghadirkan sarana olahraga penunjang yang mampu mencetak atlet-atlet berprestasi di masa depan sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *