Kulon Progo,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengintensifkan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai strategi utama menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Program ini menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya protein hewani bagi kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Kulon Progo Nuraini Mufida dalam kampanye Gemarikan di Balai Kalurahan Kedundang, Kulon Progo, Rabu, menekankan bahwa ikan merupakan sumber nutrisi esensial bagi kecerdasan dan pertumbuhan fisik anak.
“Kenaikan Angka Konsumsi Ikan (AKI) di Kulon Progo sebesar 1,6 persen pada tahun 2025 menjadi bukti masyarakat mulai sadar gizi. Namun, diperlukan akselerasi lebih lanjut agar anak-anak Kulon Progo dapat tumbuh optimal dan terbebas dari stunting,” ujar dia.
Berdasarkan data 2025, AKI di Kabupaten Kulon Progo tercatat 33,18 kg/kapita/tahun.
Guna mencapai target yang lebih tinggi, ia mendorong para orang tua lebih kreatif mengolah ikan, seperti menjadikannya bakso, nugget, atau siomay sebagai upaya mengatasi kejenuhan menu bagi anak-anak.
“Variasi menu olahan berbahan ikan ini untuk meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat, khususnya anak-anak,” katanya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo Drajat Purbadi menyatakan pihaknya terus memfasilitasi aksesibilitas protein hewani melalui program penyediaan dan penyaluran bahan baku industri pengolahan ikan.
“Upaya ini adalah kerja gotong royong. Kami memfasilitasi pelaku usaha perikanan skala mikro dan kecil untuk memastikan produk ikan berkualitas dapat tersalurkan dengan baik hingga ke tingkat kelurahan,” kata dia.
DKP Kulon Progo melibatkan peran aktif kader posyandu, PKK, hingga pemerintah desa untuk memantau pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal di setiap pos pelayanan terpadu.
“Pemenuhan gizi keluarga adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap kampanye ini mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai menu wajib harian di meja makan demi mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi,” katanya.





