14th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 dibuka, Rabu (10/6). (Foto: dok,Candra Wijaya Badminton Center)
Tangerang Selatan,REDAKSI17.COM – Candra Wijaya tahu betapa pentingnya sektor ganda untuk bulutangkis Indonesia. Maka dia ingin terus membantu pembibitan pemain muda di sektor itu.
Candra adalah contoh bagaimana sektor tersebut merupakan tulang punggung Indonesia. Dia adalah peraih medali emas Olimpiade Sydney 2000 bersama pasangannya Tony Gunawan.
Empat tahun sebelumnya Ricky Subagja/Rexi Mainaky mengantarkan Indonesia ke panggung yang sama di Atlanta. Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, prestasi ganda Indonesia naik-turun.
Situasi ini jadi sorotan para pecinta bulutangkis di Indonesia yang ingin melihat lagi ganda Indonesia berjaya. Maka Candra melalui turnamen 14th Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 yang digelar pekan ini, ingin menjaga pembinaan di sektor itu agar lahir lagi bibit-bibit berkualitas.
Melalui turnamen yang digelar setiap tahun ini, para pemain mendapatkan kesempatan untuk menambah pengalaman bertanding, meningkatkan kualitas permainan, serta mengasah mental kompetitif sejak usia dini.
Menurut Candra, penyelenggaraan kejuaraan tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan kompetisi berkualitas, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan bulutangkis nasional, khususnya nomor ganda.
“Saya menggelar ajang ini dengan tujuan untuk semakin mempopulerkan nomor ganda. Selain itu juga untuk ikut membantu PP PBSI dengan melakukan pembinaan. Lewat kejuaraan ini pula saya ingin ikut memberikan sumbangsih demi menjaga supremasi bulutangkis sektor ganda Indonesia yang telah melahirkan banyak pemain legendaris di kancah bulu tangkis dunia,” kata Candra saat acara pembukaan turnamen, Rabu (10/6/2026) siang WIB.
Kejuaraan ini mempertandingkan nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran untuk kelompok umur U-15, U-17, dan U-19, serta kategori ganda putra dan ganda campuran dewasa. Selain memperebutkan trofi dengan desain eksklusif, para peserta juga berkesempatan meraih total hadiah sebesar Rp 250 juta.
Candra berharap penghargaan dan hadiah yang disediakan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para atlet untuk menampilkan kemampuan terbaiknya di lapangan.
“Dengan trofi dan hadiah kepada para pemain, saya ingin mereka dapat termotivasi untuk memberikan penampilan serta prestasi terbaik. Harapannya dari kejuaraan ini bakal muncul atlet-atlet ganda masa depan yang memiliki daya juang, semangat bertanding serta berintegritas,” ungkap Candra.
Dukungan terhadap turnamen tersebut juga datang dari legenda bulutangkis Indonesia Christian Hadinata. Menurutnya, kejuaraan yang berfokus pada nomor ganda seperti ini sangat penting untuk memperluas basis pembinaan dan menjaring talenta-talenta potensial yang kelak dapat memperkuat Indonesia di level internasional.
“Saya berharap dari turnamen ini akan muncul sumber daya atlet yang bagus dan teruji secara perfoma dan mental bertandingnya. Memang tidak mudah menemukan pemain bagus dan perlu waktu, tetapi bila sudah menemukannya saya rasa tidak perlu waktu lama untuk bisa melesat menjadi pemain nomor ganda berkualitas seperti Candra Wijaya, Ricky Soebagdja, Tony Gunawan, Bambang Supriyanto, dan Eddy Hartono,” papar Christian.
Dalam kesempatan yang sama, Candra Wijaya International Badminton Center juga memberikan Penghargaan Pemain Ganda Legenda Terbaik 2026 kepada Bambang Supriyanto. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam melahirkan sejumlah pemain ganda berkualitas, baik saat masih aktif sebagai atlet maupun ketika berkiprah sebagai pelatih.
“Penghargaan ini sangat luar biasa bagi saya. Sebuah apresiasi terbaik yang diberikan Candra. Saya bangga dan sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Semoga penghargaan ini memberikan motivasi bagi saya untuk berkontribusi lebih maksimal kepada olahraga bulutangkis, khususnya di nomor ganda,” ungkap Bambang yang kini menjadi pelatih di klub Jaya Raya Jakarta.
“Terima kasih pula untuk Koh Chris yang menemukan talenta saya untuk bermain di nomor ganda. Tanpa dia, saya tidak akan ada di kancah bulutangkis Indonesia,” imbuh Bambang.





