Beranda / Nasional Dan Internasional / Trump Umumkan AS-Iran Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka

Trump Umumkan AS-Iran Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka

Washington D.C,REDAKSI17.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran yang disebut akan mengakhiri permusuhan antara kedua negara. Kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional.

Pengumuman itu disampaikan Trump melalui platform Truth Social. Menurutnya, kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung dan akan memungkinkan kembali beroperasinya jalur pelayaran strategis tersebut.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump, dikutip dari laman Al Jazeera, Senin (15/6/2026).

Trump mengatakan pemerintah AS mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan bea dan sekaligus mencabut blokade yang sebelumnya diberlakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.

“Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa bea dan mengizinkan penghapusan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir,” ujarnya.

Pernyataan Trump kemudian dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada hari yang sama. Kesepakatan tersebut disebut akan mengakhiri ketegangan yang meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Desember lalu.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Sebagian besar aktivitas pelayaran di kawasan itu terganggu selama konflik berlangsung, sehingga memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Dalam unggahan terpisah, Trump menyebut kesepakatan tersebut akan membawa stabilitas baru bagi kawasan Timur Tengah dan membuka jalan bagi perjanjian perdamaian yang lebih luas.

“Kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh kawasan,” tulisnya.

Trump juga mengklaim dirinya berhasil mencapai terobosan diplomatik yang tidak mampu diwujudkan oleh para pendahulunya.

“Banyak presiden telah mencoba berdamai dengan Iran dan semuanya gagal sebelum saya. Para pemimpin kawasan kini menemukan seorang presiden yang dapat membantu mereka mencapai perdamaian sejati,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah proses pembersihan ranjau yang dijadwalkan selesai menyusul penandatanganan kesepakatan pada Jumat lalu.

Sementara itu, dalam wawancara dengan The New York Times, Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat kembali melancarkan operasi militer jika situasi memburuk. Ia juga menyebut kemungkinan peran AS sebagai “penjaga Timur Tengah” dengan imbalan bagian dari pendapatan kawasan. Namun, tidak diketahui apakah wawancara tersebut dilakukan sebelum atau sesudah pengumuman kesepakatan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif lebih dahulu mengumumkan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran melalui media sosial X. Menurut Sharif, kedua negara sepakat menghentikan seluruh operasi militer di berbagai front konflik, termasuk di Lebanon.

“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai. Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon,” tulis Sharif.

Kesepakatan tersebut menandai perkembangan penting dalam hubungan AS-Iran setelah berbulan-bulan ketegangan yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah dan gangguan terhadap pasokan energi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *