Jakarta,REDAKSI17.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pendanaan sebesar Rp 13,89 triliun untuk tahun 2027. Proyeksi total pendanaan itu masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) OJK tahun depan.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menjelaskan pendanaan tersebut berasal dari penerimaan dari lembaga jasa keuangan sebesar Rp 9,22 triliun. Kemudian Rp 4,67 triliun sisanya diperoleh dari saldo awal OJK tahun 2027.
“Di sisi penerimaan di tahun 2027 diproyeksikan akan memperoleh sebesar Rp 9,22 triliun ditambah dengan proyeksi saldo awal 2027 sebesar Rp 4,67 triliun. Sumber pendanaan ini dengan total Rp 13,89 triliun menjadi dasar dalam penyusunan kapasitas anggaran OJK 2027,” ungkap Hernawan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Hernawan merinci penerimaan OJK berasal dari registrasi jasa keuangan sebesar Rp 59,26 miliar, dari biaya tahunan sebesar Rp 8,92 triliun, dan penerimaan lainnya sebesar Rp 238,74 miliar. Ia mengakui proyeksi penerimaan OJK menurun lantaran ketidakpastian pasar dan sejumlah kebijakan baru di sektor keuangan.
“Adapun untuk penerimaan lainnya mengalami kenaikan sebesar 79,69% dikarenakan adanya pengelolaan dana yang ditempatkan secara lebih agresif,” jelasnya.
Kemudian dari sisi pengeluaran tahun 2027, OJK mencatat kebutuhan anggaran sebesar Rp 10,25 triliun. Angka tersebut akan difokuskan untuk membiayai kegiatan operasional, administratif, dan pengadaan aset yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan tugas OJK.
Hernawan menambahkan, pengeluaran OJK saat ini difokuskan untuk keperluan operasional dan administratif. Kedua keperluan ini dialokasii mencakup pembiayaan membiayai kegiatan pengaturan, pengawasan, penegakan hukum, edukasi dan perlindungan konsumen, SDM dan pengembangan pegawai, hingga memperkuat tata kelola organisasi.
Kegiatan tersebut mencakup 90,4% RKA OJK atau setara dengan Rp 9,27 triliun dari total pengeluaran. Dengan begitu, Hernawan memproyeksikan saldo anggaran awal OJK di tahun berikutnya sebesar Rp 3,65 triliun.
“Proyeksi saldo anggaran awal tahun berikutnya adalah sebesar Rp 3,65 triliun,” pungkasnya.





