Beranda / Politik / Jokowi Titip Pesan ke PSI: Kawal Prabowo-Gibran hingga Dua Periode, Tak Ada ‘Matahari Kembar’

Jokowi Titip Pesan ke PSI: Kawal Prabowo-Gibran hingga Dua Periode, Tak Ada ‘Matahari Kembar’

Jakarta,REDAKSI17.COMHubungan politik antara Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menguat setelah pertemuan di Solo yang menghasilkan pesan politik langsung terkait arah pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa Jokowi secara eksplisit meminta PSI serta para simpatisannya untuk ikut mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran, bahkan dalam jangka panjang hingga dua periode ke depan.

“Kepada kami beliau menyampaikan kok bahwa kita itu diminta untuk mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan ya, bahkan, bahkan sampai dua periode. Jadi nggak ada itu fitnahan, fitnahan tentang bakal ada dua matahari. Matahari gimana bisa dua? ada-ada aja,” kata Bestari kepada wartawan, Jumat (18/6/2026).

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya spekulasi politik soal posisi Jokowi setelah lengser dan arah pengaruhnya dalam pemerintahan baru yang kini dipimpin Prabowo bersama putranya, Gibran.

Bestari menegaskan bahwa dalam pertemuan di Solo, Kamis (18/6) pagi, Jokowi juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan politik dan menghindari perpecahan di internal pendukung pemerintah.

“Beliau terus, tadi pun saya dititip pesan ya jaga keharmonisan di internal. Dan juga ingatkan untuk kawan-kawan di manapun itu, mendukung pasangan Pak Prabowo-Gibran ini gitu, mau matahari apa lagi,” ujarnya.

Isu “dua matahari” yang kerap muncul dalam dinamika politik nasional pun dibantah PSI melalui narasi bahwa tidak ada dualisme kepemimpinan di lingkar kekuasaan saat ini.

Di sisi lain, PSI juga menyoroti hubungan personal antara keluarga Prabowo dan Jokowi yang dinilai tetap hangat, termasuk setelah kunjungan Didit Prabowo ke kediaman Jokowi di Solo.

“Artinya, Mas Didit ini melihat bahwa orang tuanya, Pak Presiden Prabowo dengan Pak Jokowi ini hubungan sangat baik sehingga kehadiran di situ sebagai penanda saja bahwa adab itu, adab pergaulan kepada yang lebih tua, apalagi kawan karib dari ayahandanya sangat dijunjung tinggi oleh Mas Didit. Luar biasa gitu loh,” kata Bestari.

Ia menambahkan, kunjungan tersebut memperkuat gambaran bahwa relasi kedua tokoh senior itu tetap terjaga, sekaligus menjadi pesan simbolik bagi stabilitas politik nasional.

“Ya, saya kira Mas Didit seorang pemuda yang matang, ya. Dan sangat menjaga adab, pergaulan terhadap yang tua-an, gitu ya sehingga ada di Solo pun beliau menyempatkan mampir ke Pak Jokowi,” ujarnya.

Bestari juga menyebut Jokowi menitipkan pesan agar hubungan baik tersebut terus dirawat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru berjalan.

“Dan saya yakin ini adalah buah dari pemahaman beliau yang ajek juga terhadap hubungan yang baik antara Pak Prabowo ayahanda beliau, dengan Pak Jokowi. Jadi silaturahmi kan bikin panjang umur gitu. Saya kira saya salut juga dengan Mas Didit ini,” imbuhnya.

Dengan pesan politik yang menekankan “pengawalan dua periode” sekaligus penegasan tidak adanya rivalitas simbolik di lingkar kekuasaan, PSI menempatkan Jokowi sebagai figur kunci dalam menjaga kesinambungan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *