Beranda / Nasional Dan Internasional / Pukulan Bagi Trump, Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran

Pukulan Bagi Trump, Senat AS Sahkan Resolusi Setop Perang Iran

Jakarta,REDAKSI17.COM – Senat Amerika Serikat mengesahkan resolusi yang menyerukan diakhirinya perang Presiden Donald Trump terhadap Iran. Resolusi ini menjadi teguran baru kepada Gedung Putih saat mereka mencoba untuk menegosiasikan penyelesaian perang dengan Teheran.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (24/6/2026), rancangan undang-undang (RUU) yang disahkan DPR tersebut, disahkan oleh Senat dalam voting pada hari Selasa (23/6) waktu setempat dengan hasil 50 suara setuju dan 48 suara menolak. Resolusi ini mengarahkan Trump untuk menarik pasukan AS dari permusuhan dengan Iran, kecuali Kongres secara eksplisit mengizinkan tindakan militer.

Namun, resolusi ini sebagian besar bersifat simbolis karena tidak sampai ke meja Trump untuk ditandatangani, sehingga memiliki kekuatan hukum yang masih diperdebatkan.

Namun, pengesahannya tetap menjadi rekor karena menjadi bukti bahwa DPR dan Senat AS sama-sama menentang konflik, yang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu

Resolusi tersebut sebelumnya telah disetujui oleh DPR yang dikendalikan Partai Republik setelah empat anggota Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat dalam mendukungnya. Sebuah langkah yang jarang terjadi dengan Trump dalam hal perang dan keamanan nasional.

Partai Demokrat mengatakan Trump melanggar Konstitusi dengan melancarkan operasi militer terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres.

Berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang tahun 1973, presiden harus mendapatkan otorisasi dari Kongres dalam waktu 60 hari setelah mengerahkan pasukan Amerika Serikat ke dalam konflik, meskipun pemerintahan dari kedua partai sering memperdebatkan bagaimana hukum tersebut diterapkan.

Gedung Putih berpendapat bahwa resolusi yang berupaya membatasi wewenang Trump untuk berperang di Iran adalah tidak konstitusional. Gedung Putih menambahkan bahwa konflik tersebut telah berakhir berdasarkan gencatan senjata April yang diperintahkan oleh Trump.

Gedung Putih juga memperingatkan bahwa pembatasan wewenang presiden dapat melemahkan pengaruh Washington, saat para negosiator berupaya mencapai kesepakatan akhir dengan Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *