
Sleman,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada para Pendonor Darah Sukarela (PDS) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) Tahun 2026 yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, Ketua PMI Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini, jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, pengurus PMI, para pendonor penerima penghargaan, serta mitra yang mendukung gerakan donor darah di Kabupaten Sleman.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, menyerahkan penghargaan kepada perwakilan pendonor darah sukarela. PMI DIY memberikan penghargaan kepada 112 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali. Sementara itu, PMI Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 34 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali sebagai perwakilan dari 606 pendonor yang memenuhi kriteria. Sebanyak 572 pendonor lainnya menerima penghargaan dalam bentuk e-piagam.
Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, dalam laporannya menyampaikan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor yang secara konsisten mendonorkan darah secara sukarela. Menurutnya, penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para pendonor untuk terus mendonorkan darah secara rutin sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan donor darah.
Lebih lanjut disampaikan, hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 98.163 pendonor telah terdaftar di PMI Kabupaten Sleman. Pada tahun 2025, produksi darah mencapai 26.426 kantong, sedangkan distribusi darah mencapai 39.210 kantong. Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Sleman masih cukup tinggi sehingga diperlukan peningkatan jumlah pendonor aktif untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
“Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin. Satu kali donor darah dapat memberikan harapan hidup bagi sesama yang membutuhkan. Gerakan donor darah yang kuat dimulai dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar kita,” ujar Mafilindati.
Sementara itu Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pendonor darah sukarela yang telah dengan tulus menyumbangkan darahnya demi kepentingan kemanusiaan.
“Panjenengan semua adalah contoh nyata insan yang mengamalkan nilai memayu hayuning bawana, memperindah dan memperbaiki kehidupan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Harda menegaskan, Pemkab Sleman terus mendukung berbagai program kemanusiaan PMI, termasuk melalui inovasi Lada Manis (Layanan Darah di Sleman Gratis) untuk meningkatkan kemudahan pelayanan darah bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, PMI, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi.
“Kami meyakini setiap tetes darah adalah bentuk harapan kehidupan bagi penerimanya. Dengan semangat tulung tinulung dan kepedulian sosial yang tinggi, kebutuhan darah masyarakat dapat terus terpenuhi dengan baik,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sleman juga mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud kepedulian sosial, sehingga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan dapat terus terjaga secara berkelanjutan.


