Beranda / Reportase / Pengusaha Klaten Renovasi Makam Kyai Langgeng Dengan Dana Pribadi

Pengusaha Klaten Renovasi Makam Kyai Langgeng Dengan Dana Pribadi

MAGELANG,REDAKSI17.COM – Seorang pengusaha properti asal Klaten, R. Bambang Sridaya, secara sukarela menghibahkan dana pribadinya untuk membiayai seluruh renovasi Makam Kyai Langgeng di Kota Magelang.

Keputusan tersebut diambil bukan karena motif bisnis maupun ikatan keluarga, melainkan dorongan spiritual untuk menghormati tokoh pejuang pada masa Perang Jawa (1825-1830) tersebut.

Bambang mengaku sebelumnya tidak mengenal sosok Kyai Langgeng secara mendalam. Namun, ia merasa mendapat petunjuk batin untuk mendatangi dan memperbaiki kondisi makam sang pahlawan yang dinilainya perlu penataan lebih lanjut.

“Saya tidak kenal Kyai Langgeng sebelumnya. Saya mendapat petunjuk untuk memperbaiki tempat ini karena beliau adalah leluhur. Leluhur di tanah Jawa mempunyai nilai yang sangat tinggi. Ketika saya melihat kondisi makamnya seperti itu, hati saya tidak rela,” ujar Bambang.

Berangkat dari rasa kepedulian tersebut, Bambang memutuskan untuk memperluas kawasan makam hingga sekitar 700 meter persegi.

Area bersejarah ini ditata ulang menggunakan material granit, marmer, dan paving, guna memberikan kenyamanan bagi para peziarah.

Ia enggan menyebutkan nominal biaya yang dikeluarkan karena menganggap hal tersebut sebagai bentuk murni laku penghormatan.

“Saya membangun ini dengan niat ikhlas. Kalau saya menghitung berapa uang yang keluar, berarti belum ikhlas. Yang saya cari hanya rida Allah dan penghormatan kepada para leluhur,” tegasnya.

Merawat makam leluhur sejatinya bukan hal baru bagi Bambang. Selama ini, ia kerap membantu penataan makam-makam bersejarah di berbagai daerah sebagai wujud pelestarian warisan budaya.

Baginya, kepedulian tersebut memberikan kepuasan batin tersendiri.

Ke depan, Bambang berharap revitalisasi Makam Kyai Langgeng tidak hanya mempercantik estetika kawasan, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kota Magelang.

“Harapan saya, masyarakat semakin mengenal perjuangan para leluhur. Tempat ini bisa menjadi tujuan wisata religi sehingga orang datang bukan hanya berziarah, tetapi juga belajar menghargai sejarah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *