Beranda / Daerah / Joko Parwoto Pimpin Tani Merdeka Gunungkidul Fokus pada Lima Gerakan Strategis Pertanian

Joko Parwoto Pimpin Tani Merdeka Gunungkidul Fokus pada Lima Gerakan Strategis Pertanian

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto secara resmi dilantik sebagai Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Gunungkidul. Acara pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung khidmat di kawasan Giriselokondo, Kalurahan Wunung, Kapanewon Wonosari, pada Sabtu 4 Juli 2026.

Dalam pidato pelantikannya, Joko Parwoto menekankan bahwa jabatan yang ia emban merupakan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kesejahteraan petani di Bumi Handayani. Ia menegaskan kesiapan Tani Merdeka Indonesia untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana visi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Joko Parwoto menyebut Gunungkidul memiliki modal yang kuat berupa lahan yang luas, petani yang tangguh, serta semangat gotong royong. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, ia mencanangkan lima gerakan utama. Gerakan pertama adalah peningkatan produksi pangan melalui penggunaan benih unggul dan mekanisasi pertanian. Kedua, gerakan petani naik kelas yang mendorong petani memiliki jiwa kewirausahaan dan melek teknologi digital.

Selanjutnya, gerakan ketiga fokus pada hilirisasi pertanian agar hasil panen memiliki nilai tambah. Gerakan keempat menyasar regenerasi petani dengan mengajak generasi muda kembali mencintai sektor pertanian modern. Terakhir, gerakan kelima adalah kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kementerian, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.

Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir dalam arahannya menyatakan bahwa organisasi ini dibentuk untuk menjadi jembatan bagi masyarakat desa dalam mengakses berbagai program pemerintah. Ia menekankan pentingnya pengawalan distribusi pupuk yang adil serta penghapusan praktik mafia impor yang merugikan petani lokal. Melalui pemberdayaan ekonomi desa, diharapkan pemerataan pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di pelosok Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *