Beranda / Nasional Dan Internasional / Damai AS-Iran Berlanjut, Pakistan Jadi Tuan Rumah Negosiasi 11 Juli

Damai AS-Iran Berlanjut, Pakistan Jadi Tuan Rumah Negosiasi 11 Juli

Teheran,REDAKSI17.COM – Kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran terus menunjukkan perkembangan setelah kedua negara sepakat melanjutkan proses perundingan yang difasilitasi oleh Pakistan dan Qatar.

Putaran negosiasi berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) di Pakistan dengan sejumlah agenda krusial, mulai dari sanksi ekonomi hingga program nuklir Iran.

Di sisi lain, proses diplomasi tersebut untuk sementara ditunda guna menghormati rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Penundaan itu turut memengaruhi jadwal pertemuan delegasi kedua negara yang sebelumnya telah mencatat sejumlah kemajuan.

Saluran berita Al Arabiya melaporkan Pakistan akan menjadi tuan rumah putaran negosiasi berikutnya antara Amerika Serikat dan Iran pada Sabtu (11/7/2026).

Mengutip sumber yang tidak disebutkan identitasnya, perundingan tersebut akan memusatkan pembahasan pada beberapa isu utama, yakni sanksi AS terhadap Iran, aset-aset Iran yang masih dibekukan, serta persoalan program nuklir Teheran.

Laporan itu juga menyebutkan tingkat keterwakilan delegasi Iran baru akan diputuskan setelah seluruh rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, selesai dilaksanakan.

Sebelumnya, pada 18 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik di kawasan pada berbagai lini, termasuk di Lebanon.

Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, kedua negara menggelar negosiasi teknis di Swiss pada 22 Juni 2026. Pertemuan itu berlangsung sehari setelah konsultasi tingkat tinggi antara delegasi Iran dan Amerika Serikat dengan mediasi Pakistan dan Qatar.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, kemudian mengonfirmasi mediator dari Qatar dan Pakistan telah menyelesaikan pertemuan terpisah dengan negosiator dari kedua negara.

Menurut Al-Ansari, pembahasan tersebut menghasilkan kemajuan positif terhadap berbagai isu yang berkaitan dengan implementasi nota kesepahaman.

Ia juga menyampaikan seluruh pihak sepakat untuk melanjutkan dialog dalam waktu dekat dengan menjadwalkan pertemuan lanjutan sesegera mungkin.

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran kini sangat menginginkan perdamaian dengan Washington setelah hubungan kedua negara kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Trump mengatakan Pemerintah AS memutuskan menghentikan sementara proses negosiasi sebagai bentuk penghormatan terhadap prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).

Menurut Trump, Washington memberikan waktu sekitar satu pekan kepada pemerintah Iran agar dapat fokus menyelenggarakan rangkaian pemakaman Ali Khamenei yang dijadwalkan berakhir pada Kamis, 9 Juli 2026.

“Mereka (Iran) sangat ingin berdamai. Kita memberinya waktu libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik,” ujar Trump, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Trump berpidato dalam perayaan America 250, atau peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, di kawasan Mount Rushmore, South Dakota, pada Jumat (3/7/2026) malam waktu setempat.

Dalam pidatonya, Trump memuji kekuatan militer AS dan menyatakan negaranya memiliki angkatan bersenjata paling kuat di dunia.

“Kita telah menciptakan militer terkuat dan paling berpengaruh. Kita telah memenangkan dua perang dunia,” katanya.

Presiden berusia 80 tahun itu juga mengeklaim Perang Dingin telah membuat musuh-musuh AS terpuruk dalam sejarah. Ia bahkan menyebut Washington berhasil mengalahkan lawan-lawannya dalam berbagai konflik.

“Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kita menghancurkan Iran,” ujar Trump.

Sementara proses diplomasi menuju kesepakatan damai AS dan Iran terus berjalan, Iran menutup sepenuhnya wilayah udara Teheran pada Senin (6/7/2026), sebagai bagian dari persiapan prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei.

Berdasarkan laporan Iranian Students’ News Agency (ISNA), kebijakan tersebut diterapkan untuk mendukung kelancaran upacara penghormatan terakhir yang dipusatkan di ibu kota Iran.

Meski demikian, operasional penerbangan di wilayah lain Iran tetap berjalan normal tanpa pembatasan. Penutupan hanya diberlakukan di wilayah udara Teheran selama prosesi pemakaman utama berlangsung.

Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengumumkan seluruh penerbangan reguler di Bandara Internasional Mehrabad dan Bandara Internasional Imam Khomeini dihentikan sementara selama upacara berlangsung.

Bandara Internasional Mehrabad dijadwalkan kembali beroperasi normal pada Selasa (7/7/2026), sedangkan Bandara Internasional Imam Khomeini masih tetap ditutup hingga pemberitahuan berikutnya.

Pemerintah Iran juga mengumumkan pada Kamis (9/7/2026), wilayah udara di atas Kota Mashhad beserta operasional Bandara Internasional Shahid Hasheminejad akan ditutup sepenuhnya untuk pelaksanaan prosesi pemakaman terakhir.

Secara umum, aktivitas penerbangan di seluruh wilayah Iran tetap berlangsung normal pada 7 Juli hingga 8 Juli 2026, kecuali di Mashhad yang akan ditutup pada hari terakhir rangkaian upacara.

Rangkaian penghormatan terakhir bagi Ayatullah Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya telah dimulai sejak Jumat (3/7/2026). Prosesi tersebut dihadiri para pemimpin negara dan delegasi resmi dari berbagai kawasan yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Berdasarkan jadwal resmi, upacara perpisahan publik dilanjutkan dengan prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin (6/7/2026). Setelah itu, iring-iringan pemakaman berlanjut menuju kota suci Qom pada Selasa (7/7/2026) sebagai bagian dari rangkaian ritual keagamaan.

Pada Rabu (8/7/2026), prosesi penghormatan dijadwalkan berlangsung di sejumlah kota, yakni Baghdad, Najaf, dan Karbala. Di lokasi-lokasi tersebut, jenazah Ali Khamenei akan disambut tokoh agama dan politik sebelum dibawa menuju sejumlah tempat suci utama umat Syiah.

Rangkaian pemakaman dijadwalkan berakhir pada Kamis (9/7/2026), melalui upacara penguburan di kompleks makam Imam Ali Reza di Kota Mashhad, Iran timur laut, yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Syiah.

Berakhirnya prosesi pemakaman tersebut diperkirakan menjadi momentum dimulainya kembali agenda diplomatik dalam upaya mewujudkan kesepakatan damai AS dan Iran, termasuk pelaksanaan putaran negosiasi yang akan digelar di Pakistan pada Sabtu (11/7/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *