Beranda / Politik / Nobar Film “Memutar Waktu”, PKS Ingatkan Optimalisasi Fungsi Keluarga

Nobar Film “Memutar Waktu”, PKS Ingatkan Optimalisasi Fungsi Keluarga

    

JAKARTA,REDAKSI17.COM – Ketua DPP PKS Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) Eko Yuliarti Siroj menegaskan keluarga merupakan fondasi utama ketahanan bangsa yang harus dijaga dari berbagai tantangan, termasuk fenomena fatherless atau hilangnya peran ayah.

Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri nonton bareng film pendek “Memutar Waktu” yang digelar BIPEKA DPP PKS dalam rangka Hari Keluarga Nasional 2026 di Aula Kantor DPTP PKS, Jakarta, Sabtu (4/7).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf mengaku tersentuh dengan pesan yang disampaikan film tersebut.

“Film ini sangat menyentuh dan membuat mata berkaca-kaca. Keluarga adalah tempat kembali, tempat pulang anak-anak ke ayah ibunya. Namun, fenomena anak kehilangan sosok ayah yang sibuk di luar kini menjadi perhatian kita bersama, dan realitanya hal ini terjadi di kalangan ikhwan sekalipun,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan diskusinya dengan psikolog M. Iqbal, setiap keluarga memiliki dinamika sehingga persoalan rumah tangga harus dihadapi secara terbuka dan diselesaikan dengan baik.

Sebagai bentuk komitmen, PKS melalui BIPEKA mengembangkan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di berbagai daerah untuk mendampingi keluarga yang menghadapi persoalan rumah tangga. Selain itu, Fraksi PKS di DPR RI juga terus mendorong lahirnya regulasi yang memberikan perlindungan lebih kuat terhadap institusi keluarga. Almuzzammil mengajak setiap keluarga muslim menjadikan ketakwaan sebagai fondasi dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Almuzzammil juga menegaskan kader PKS harus menjadi pelopor kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan agama maupun latar belakang. Ia mencontohkan kerja sama politik di Pulau Tanimbar yang mayoritas penduduknya nonmuslim, di mana PKS dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, bahkan memiliki anggota legislatif nonmuslim yang mendukung perjuangan partai karena melihat komitmen PKS terhadap nilai keadilan dan pelayanan.

Menurutnya, semangat tersebut merupakan wujud Islam sebagai Rahmatan lil ’Alamin yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, kepedulian kader tidak hanya diwujudkan kepada sesama manusia, tetapi juga terhadap lingkungan hidup dan seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Ia optimistis penguatan keluarga yang dibarengi semangat kebangsaan yang inklusif akan menjadi modal penting dalam membangun bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *