Teheran,REDAKSI17.COM – Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terus naik setelah mencatat kenaikan hampir 5% pada hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar $72,20 per barel selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Harga minyak mentah global melonjak setelah militer AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran dan mencabut pengecualian sanksi yang memungkinkan negara tersebut menjual minyak secara internasional.
Eskalasai ini terjadi setelah serangkaian serangan Iran yang menargetkan kapal-kapal komersial di jalur perairan vital Selat Hormuz, termasuk kapal LNG Qatar dan kapal tanker minyak Saudi. Pembaruan ketegangan ini secara langsung mengancam kesepakatan damai interim yang rapuh antara AS dan Iran serta meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global yang parah karena para pemilik kapal dan produsen regional yang waspada menghindari rute tersebut.
Ketidakstabilan mendadak ini menandai pembalikan tajam dari prakiraan pasar sebelumnya tentang kelebihan pasokan, yang sebelumnya diprakirakan setelah OPEC+ menaikkan kuota produksi dan produsen-produsen Timur Tengah bersiap untuk meningkatkan output.
Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI
Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai “ringan” dan “manis” karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai “Persimpangan Pipa Dunia”. Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.





