Beranda / Nasional Dan Internasional / Sambut Kunker Perdana Presiden Prabowo, Pemprov NTB Siapkan Data Strategis

Sambut Kunker Perdana Presiden Prabowo, Pemprov NTB Siapkan Data Strategis

Presiden Prabowo Subianto. (IST/LOMBOK POST).

Lombok,REDAKSI17.COM-Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja (kunker) perdana ke NTB pada Jumat (10/7).

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi lintas sektor, membahas persiapan kedatangan perdana bapak Presiden,” tegas Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB Ahsanul Khalik, Rabu (8/7).

Informasi sementara yang diterima Pemprov NTB, kunker Presiden Prabowo fokus untuk meresmikan Bendungan Meninting yang terletak di Lombok Barat.

Bendungan Meninting mulai dibangun pada tahun 2019, menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan sekitar 13,14 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 54,00 hektare.

Infrastruktur ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, PLTMH dan PLTS, serta dilengkapi dengan spillway, bangunan intake, dan jalan inspeksi guna mendukung operasi dan pemeliharaan.

Selain fungsi teknis, bendungan ini juga berpotensi menjadi objek wisata air atau kawasan edukasi sumber daya air.

Berdasarkan laporan dari Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram, Khalik menegaskan infrastruktur Bendungan Meninting beserta titik-titik lokasi penyambutan, secara teknis telah siap seratus persen untuk diresmikan.

Setibanya di lokasi, Presiden dijadwalkan menyapa masyarakat yang telah dipersiapkan Pemkab Lombok Barat, sebelum melanjutkan agenda utama, peresmian Bendungan Meninting.

“Saya yakin masyarakat NTB, termasuk di sekitar Meninting akan sangat welcome dengan kedatangan Bapak Presiden,” ujarnya.

Kunjungan perdana Presiden Prabowo berjalan relatif singkat dan efisien sesuai dengan regulasi keprotokolan negara.

Presiden dijadwalkan tiba pada siang hari setelah pelaksanaan ibadah salat Jumat, atau sekitar pukul 14.00 WITA, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), kemudian melanjutkan perjalanan ke Bendungan Meninting menggunakan helikopter.

“Beliau di Meninting nanti cuma satu sampai satu setengah jam. Karena beliau nanti akan terbang lagi ke Bali pada hari yang sama,” ujar pria yang juga Juru Bicara Pemprov NTB tersebut.

Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima, hingga Pangdam dilaporkan sudah berada di NTB, untuk mengondisikan situasi menjelang kedatangan Presiden Prabowo.

Momen kunker perdana ini tidak akan disia-siakan oleh Pemprov NTB. Khalik mengatakan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, telah menginstruksikan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejak beberapa hari lalu, untuk merampungkan kompilasi data sektoral secara komprehensif.

Data-data strategis ini nantinya akan disodorkan langsung kepada Presiden Prabowo, maupun melalui jajaran menteri yang hadir mendampingi. “Data-data tersebut, bisa disampaikan,” kata dia.

Pemprov NTB berharap pemerintah pusat dapat memberikan atensi khusus dan intervensi anggaran terhadap pemenuhan kebutuhan dasar di 10 kabupaten/kota. Terlebih yang menyangkut sinkronisasi PSN.

Beberapa poin krusial yang diprioritaskan, meliputi sektor pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, pariwisata, hingga penguatan pemberdayaan masyarakat.

Terkait peluang pemda untuk mengusulkan proyek konektivitas strategis seperti kebijakan port-to-port maupun usulan pembangunan bendungan baru untuk menyiasati ancaman kekeringan di wilayah NTB bagian selatan, Khalik memberikan sinyal positif. Mudahan-mudahan ada lampu hijau juga. Insyaallah, ini ikhtiar,” tandasnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB Baiq Musfiatin menegaskan, pihaknya telah melaksanakan survei rute dan pengecekan kesiapan jalur yang akan dilalui oleh tamu undangan sekaligus masyarakat.

“Tujuannya, memastikan seluruh aspek transportasi, rekayasa lalu lintas, keamanan, keselamatan, serta kenyamanan perjalanan tamu negara telah dipersiapkan secara optimal,” jelasnya.

Berkaitan dengan rekayasa lalu lintas maupun kantong parkir, Dishub dan pihak kepolisian sudah memetakan. “Kepastiannya, kita rapat lagi besok (hari ini, Red), mana yang bisa dan tidaknya,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *