Beranda / Nasional Dan Internasional / Trump akan Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Fasilitas Nuklir Misterius yang Kebal Bom Bunker

Trump akan Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Fasilitas Nuklir Misterius yang Kebal Bom Bunker

 

Teheran,REDAKSI17.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran.

Kali ini, ia menyatakan bahwa militer AS akan menargetkan Gunung Pickaxe, sebuah fasilitas bawah tanah misterius yang diduga menjadi lokasi baru aktivitas program nuklir Teheran.

Dalam wawancara di The Hugh Hewitt Show, Senin (13/7), Trump menegaskan bahwa Gunung Pickaxe kini berada dalam pengawasan ketat Washington.

“Kami akan menghancurkan Pickaxe Mountain. Katakan kepada Iran untuk bersiap,” kata Trump.

Trump mengklaim AS terus memantau lokasi tersebut dan menilai tidak ada aktivitas besar yang terlihat saat ini.

“Kami mengawasinya dengan sangat dekat. Setiap kali kami mendengar ada aktivitas di sana, kami menghancurkannya. Mereka tidak suka membicarakannya. Kemungkinan besar kami akan segera menyerang Pickaxe,” ujarnya.

Pernyataan itu muncul setelah Trump juga mengumumkan bahwa AS kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di Teluk Persia dan berjanji menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.

Ia bahkan memperingatkan serangan baru terhadap Iran akan terus berlanjut.

“Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini dan besok. Tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya,” tegas Trump.

Gunung Misterius yang Kebal Bom Penghancur Bunker

Gunung Pickaxe atau Kuh-e Kolang Gaz La terletak sekitar 1,6 kilometer di selatan fasilitas pengayaan uranium Natanz, salah satu pusat program nuklir utama Iran.

Berbeda dengan Natanz, Fordow, dan Isfahan yang menjadi sasaran serangan udara AS pada 2025, kompleks bawah tanah Pickaxe tidak mengalami kerusakan.

Menurut analisis citra satelit, lokasi tersebut memiliki dua kompleks terowongan yang diperkirakan berada 79 hingga 100 meter di bawah permukaan tanah, lebih dalam dibanding fasilitas Fordow.

Kedalaman itu membuat para analis meyakini kompleks tersebut berada di luar jangkauan bom penghancur bunker paling kuat yang dimiliki Amerika Serikat.

Tidak Pernah Diperiksa IAEA

Hingga kini, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) belum pernah diizinkan memasuki fasilitas tersebut.

Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, pernah meminta penjelasan kepada Iran mengenai aktivitas di Gunung Pickaxe.

Namun, menurut laporan, jawaban Teheran sangat singkat.

“Itu bukan urusan Anda.”
Karena tidak memiliki akses langsung, para peneliti hanya mengandalkan citra satelit yang menunjukkan pembangunan terus berlangsung sejak 2020.

Temuan terbaru memperlihatkan:

  • Terowongan diperkuat dengan beton.
  • Tembok keamanan diperbesar.
  • Timbunan tanah hasil penggalian terus bertambah.
  • Pintu masuk kompleks bawah tanah semakin diperkuat.

Diduga Jadi Lokasi Baru Program Nuklir Iran

Peneliti senior dari Institute for Science and International Security (ISIS), Spencer Faragasso, mengatakan belum ada bukti langsung mengenai isi fasilitas tersebut.

Namun, menurutnya, ukuran proyek bawah tanah itu sangat mencurigakan.

“Melihat besarnya pekerjaan konstruksi dan volume penggalian, bukan tidak mungkin mereka sedang membangun fasilitas pengayaan uranium baru di dalam gunung,” ujarnya.

Lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) juga menilai pembangunan fasilitas bawah tanah raksasa yang berada sangat dekat dengan Natanz merupakan sesuatu yang “sangat mencurigakan”.

Iran Masih Simpan Misteri Uranium

Sementara itu, keberadaan sekitar 408,6 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen milik Iran masih belum diketahui secara pasti.

Sebelum serangan udara AS pada 2025, truk-truk besar terlihat keluar masuk fasilitas Fordow dan Isfahan sehingga memunculkan dugaan bahwa sebagian material nuklir telah dipindahkan.

IAEA menduga uranium tersebut kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan fasilitas yang dibom, tetapi belum dapat memastikannya karena inspeksi belum diizinkan.

Para analis menilai, apabila Iran berhasil memindahkan fasilitas pengayaan ke Gunung Pickaxe, maka lokasi tersebut akan menjadi salah satu target militer paling sulit dihancurkan karena berada jauh di dalam pegunungan dan memiliki perlindungan alami yang sangat kuat.(*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *