Beranda / Ekonomi dan Bisnis / BI Respons Laporan S&P, Sebut Kepercayaan Global Tetap Terjaga

BI Respons Laporan S&P, Sebut Kepercayaan Global Tetap Terjaga

Jakarta,REDAKSI17.COM – Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings (S&P) kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 pada jangka pendek dengan outlook stabil. Dengan begitu, status Indonesia berada kategori investment grade
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, menyambut baik keputusan tersebut. Perry mengatakan afirmasi S&P atas Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan Outlook Stabil mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid.

“Hal ini didukung oleh sinergi bauran kebijakan yang erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah-tengah global yang masih tinggi,” ujar Perry dikutip dari keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Ia memastikan Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dalam memperkuat stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ke depan, Bank Indonesia juga terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, termasuk sinergi yang erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal untuk memitigasi dampak perdagangan global akibat perang di Timur Tengah terhadap perekonomian domestik sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga baik.

“Sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga dipererat untuk ikut menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pembiayaan bagi program Asta Cita Pemerintah,” beber Perry.

Dalam laporan yang dirilis 13 Juli 2026, S&P menilai pelemahan indikator fiskal dan eksternal bersifat sementara serta akan membaik seiring semakin stabilnya arah serta implementasi kebijakan pemerintah. Outlook stabil mencerminkan ekspektasi bahwa penerimaan negara akan terus pulih pada tahun ini, sementara penerimaan ekspor akan meningkat seiring membaiknya harga komoditas.

Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan kinerja ekspor dari sektor sumber daya alam juga diperkirakan akan mendukung peningkatan penerimaan dalam jangka menengah, terutama apabila perubahan kebijakan menjadi lebih dapat diprediksi dan diimplementasikan secara efektif. Outlook stabil juga mencerminkan ekspektasi bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk mempertahankan defisit fiskal di bawah 3% untuk menjaga kemiskinan fiskal.

Ke depan, S&P dapat meningkatkan peringkat kredit negara Indonesia berpotensi meningkat apabila penguatan struktural pada indikator fiskal dan eksternal terus berlanjut. Dari sisi fiskal, hal tersebut didukung oleh penurunan defisit fiskal yang berkelanjutan melalui peningkatan penerimaan negara yang signifikan, menurunnya biaya pembiayaan, serta stabilitas nilai tukar. Sementara itu, dari sisi eksternal, peningkatan peringkat perlu didukung oleh membaiknya indikator antara lain penurunan utang luar negeri dan kebutuhan pembiayaan eksternal bruto (gross external financing need).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *