Jakarta,REDAKSI17.COM -Market Review Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (30/7) di zona hijau setelah naik 1,56% ke level 6.186,36. Penguatan indeks didorong oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan TLKM. Di sisi lain, pelemahan pada saham BREN, TPIA, dan BYAN menjadi penahan laju kenaikan IHSG.
Aktivitas investor asing turut mencatatkan sentimen positif dengan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp100,16 miliar di pasar reguler dan Rp262,81 miliar di seluruh pasar. Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat, dengan sektor Consumer Cyclical mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,25%.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat juga berakhir di zona positif. Indeks Dow Jones menguat 1,19%, diikuti S&P 500 yang naik 1,66%, serta Nasdaq yang bertambah 2,78%. Pergerakan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar setelah laporan keuangan semester I-2026 BBCA dan BMRI menunjukkan kinerja yang bertumbuh. Kondisi ini juga tercermin dari kenaikan ETF EIDO sebesar 3,08% dan MSCI Indonesia sebesar 2,17%.
Berita Emiten
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
MAPI membukukan pendapatan bersih sebesar Rp24,16 triliun pada semester I-2026, meningkat 23,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,58 triliun. Kontribusi terbesar masih berasal dari segmen penjualan ritel yang tumbuh 26,43% menjadi Rp20,87 triliun. Selain itu, segmen kafe dan restoran menyumbang pendapatan Rp1,67 triliun, department store Rp1,48 triliun, dan segmen lainnya sebesar Rp136,61 miliar.
Di sisi beban, beban pokok penjualan dan beban langsung meningkat 28,08% menjadi Rp14,40 triliun. Meski demikian, perseroan masih membukukan laba kotor sebesar Rp9,76 triliun atau naik 16,99% secara tahunan. Laba usaha juga meningkat menjadi Rp2,02 triliun dari Rp1,64 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,22 triliun, naik 26,49% dibandingkan Rp960,93 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
RATU berencana melaksanakan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) melalui penerbitan maksimal 271,51 juta saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham atau setara paling banyak 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Harga pelaksanaan akan mengikuti ketentuan Bursa Efek Indonesia, yakni sekurang-kurangnya 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut sebelum pengajuan pencatatan saham baru. Perseroan menyampaikan bahwa dana hasil aksi korporasi tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja, pembelian saham, pembelian aset, serta penyertaan saham pada entitas lain.
Apabila seluruh saham baru diterbitkan, jumlah saham beredar akan meningkat dari 2,72 miliar menjadi sekitar 2,99 miliar saham. PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) tetap menjadi pemegang saham pengendali, meskipun porsi kepemilikannya akan berubah dari 68,68% menjadi 62,43%.
Sementara itu, pemegang saham yang tidak berpartisipasi berpotensi mengalami dilusi hingga 9,09%. Rencana PMTHMETD tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 8 September 2026.
PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM)
SMSM memutuskan untuk membagikan dividen interim kedua tahun buku 2026 sebesar Rp40 per saham dengan total nilai sekitar Rp230,35 miliar. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris pada 29 Juli 2026 berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026.
Pada periode tersebut, SMSM membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp550,98 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp3,69 triliun, serta total ekuitas sebesar Rp4,53 triliun. Nilai dividen yang dibagikan setara dengan dividend payout ratio sebesar 41,81% dari laba semester I-2026.
Mengacu pada harga penutupan saham SMSM di level Rp1.780 per saham pada 30 Juli 2026, dividen interim tersebut mencerminkan dividend yield sekitar 2,25%. Jadwal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 6 Agustus 2026, sedangkan pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan pada 27 Agustus 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
BBCA – Buy 6400-6450 | TP 6550-6625 | SL 6100
BBCA
Transaksi di sini
Powered by
AADI – Buy 9200-9250 | TP 9425-9550 | SL 8700
AADI
Transaksi di sini
Powered by
TLKM – Buy 2650-2670 | TP 2700-2730 | SL 2540
TLKM
Transaksi di sini
Powered by
INCO – Buy 4870-4890 | TP 5000-5100 | SL 4620
INCO
Transaksi di sini
Powered by
IRSX – Buy 310-314 | TP 318-324 | SL 296
IRSX
Transaksi di sini
Powered by





