Beranda / Daerah / Sri Sultan: Penguatan UMKM Harus Beri Manfaat Nyata

Sri Sultan: Penguatan UMKM Harus Beri Manfaat Nyata

Sleman,REDAKSI17.COM – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengingatkan agar berbagai upaya penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha di lapangan. Menurutnya, setiap bentuk dukungan harus mampu menjawab kebutuhan nyata pelaku UMKM dalam menghadapi perubahan pasar.

Sri Sultan menyampaikan pesan tersebut saat membuka SiBakul Creative Local Market (SICLOMA) 2026 yang digelar dalam rangka memeriahkan Gebyar Hari UKM 2026 di Atrium Ambarrukmo Plaza Yogyakarta, Jumat (07/08). Event garapan Dinas Koperasi dan UKM DIY yang berlangsung pada 7–9 Agustus 2026 ini, menjadi ajang promosi sekaligus perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM binaan SiBakul Jogja.

Dalam sambutannya, Sri Sultan mengatakan, pelaku UMKM saat ini menghadapi dinamika usaha yang semakin kompleks. Perubahan perilaku konsumen, selera pasar yang terus bergerak, persaingan yang semakin terbuka, serta perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus tuntutan baru bagi pelaku usaha untuk terus beradaptasi.

Di tengah perubahan tersebut, pelaku UMKM tidak cukup hanya menghasilkan produk yang baik. Kemampuan memasarkan produk secara digital, menjaga mutu, memperbaiki kemasan, mengurus perizinan, hingga membangun kepercayaan pelanggan juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

“Karena itu, saya ingin menyampaikan penghargaan kepada seluruh pelaku UMKM DIY yang tetap tekun berjalan. Tidak semua proses terlihat oleh pembeli. Di balik satu produk yang rapi di etalase, ada kerja panjang, yaitu memilih bahan, menjaga rasa, memperbaiki desain, menghitung modal, menjawab pesanan, dan menghadapi ketidakpastian pasar,” tutur Sri Sultan.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah DIY terus berupaya memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai dukungan, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi pemasaran melalui SiBakul, fasilitasi pembiayaan, hingga pendampingan sertifikasi dan standardisasi produk. Meski demikian, Sri Sultan menekankan agar berbagai dukungan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan program. Ukuran keberhasilannya harus terlihat dari manfaat yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha.

“Pelatihan, harus membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih baik. Digitalisasi, harus membuka pasar yang lebih luas. Pembiayaan harus meringankan, bukan memberatkan. Sertifikasi dan standardisasi harus menjadi jalan, agar produk UMKM DIY semakin dipercaya,” tegas Sri Sultan.

Lebih lanjut, dikatakan Sri Sultan, penguatan UMKM juga perlu ditempatkan dalam kerangka ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai kemanusiaan. Hal tersebut sejalan dengan falsafah Hamemayu Hayuning Bawana yang mengajarkan pentingnya merawat kehidupan agar menjadi lebih baik, tertata, dan menyejahterakan.

“Dalam konteks ekonomi rakyat, falsafah ini mengingatkan bahwa usaha ekonomi tidak boleh tercerabut dari nilai kemanusiaan. Usaha yang baik memberi manfaat bagi keluarga, membuka kesempatan bagi sesama, dan ikut menjaga kehidupan masyarakat di sekitarnya,” jelas Sri Sultan.

Dalam konteks tersebut, Sri Sultan menilai SICLOMA 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat, wisatawan, komunitas kreatif, mitra usaha, lembaga keuangan, serta jejaring pasar yang lebih luas. Melalui kegiatan ini, produk lokal memperoleh ruang untuk tampil, dikenal, dicoba, dibeli, dan diceritakan kembali.

Bagi Sri Sultan, slogan “Tuku Lokal, Mutu Global” pun kian relevan sebab menjadi ajakan agar kecintaan terhadap produk lokal diwujudkan melalui tindakan nyata. “Kita diajak mencintai produk lokal dengan cara yang nyata, yiatu membeli, memakai, mempromosikan, dan memberi masukan agar mutunya terus meningkat. Untuk itu, saya mengajak masyarakat DIY untuk datang dan nglarisi SiBakul Creative,” ucap Sri Sultan.

Di SICLOMA 2026 ini, selama tiga hari, masyarakat dapat menikmati pameran produk unggulan hasil kurasi, business talk, kolaborasi produk, kompetisi kreatif, hiburan, flash sale, serta layanan SiBakul. Kegiatan tersebut ditargetkan dapat menarik 20.000 pengunjung. Sri Sultan berharap target tersebut dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pengenalan dan kepercayaan terhadap produk UMKM DIY.

“Kepada para pelaku UMKM, saya titip pesan, yakni teruslah menjaga mutu. Jangan lelah belajar. Jangan takut beradaptasi. Produk yang baik akan menemukan jalannya, terlebih bila dikerjakan dengan ketekunan dan kejujuran,” pesan Sri Sultan.

Di samping itu, Sri Sultan juga mengajak masyarakat memahami bahwa setiap pembelian produk lokal memiliki dampak lebih luas bagi keberlangsungan usaha kecil. Satu transaksi yang mungkin terlihat sederhana, menurutnya, dapat berarti tambahan modal, upah bagi pekerja, biaya sekolah anak, hingga keberanian bagi pelaku usaha untuk melanjutkan usahanya.

“Saya percaya, apabila pemerintah, pelaku usaha, komunitas, media, dunia pendidikan, lembaga keuangan, dan masyarakat berjalan bersama, maka kumandang pasar Yogyakarta akan tetap hidup. Dari Yogyakarta, produk lokal dapat melangkah lebih jauh, membawa martabat daerah, dan memberi kesejahteraan bagi rakyat. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi para pelaku UMKM,” pungkas Sri Sultan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) DIY, Agus Mulyono mengatakan, SICLOMA 2026 merupakan wujud kolaborasi nyata dalam memperkuat pengembangan UMKM, memperluas akses pasar, meningkatkan transaksi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam pameran ini, sebanyak 94 UKM Mitra SiBakul Jogja dihadirkan yang menawarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, hingga produk kreatif lainnya.

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh UMKM yang terus berinovasi, beradaptasi, dan menjadi penggerak utama perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Koperasi dan UKM DIY terus berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui pemberdayaan, pendampingan, promosi, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar agar UMKM DIY semakin maju, berdaya saing, dan naik kelas,” kata Agus.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *