Turnamen tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperbaiki hasil setelah gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Terlebih, FIFA ASEAN Cup masuk dalam kalender internasional sehingga peluang pemain-pemain terbaik memperkuat Timnas Indonesia menjadi lebih besar.
Indonesia menjadi salah satu dari delapan peserta Premier Division. Selain tuan rumah, ada Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Thailand, India, dan Pakistan yang akan ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Skuad Garuda sendiri tergabung di Grup A bersama Malaysia, India, dan Singapura. Sementara itu, Grup B dihuni Filipina, Thailand, Vietnam, dan Pakistan.
Komposisi tersebut membuat Indonesia kembali harus berhadapan dengan Malaysia. Rivalitas kedua negara selama beberapa tahun terakhir membuat pertemuan di FIFA ASEAN Cup berpotensi menjadi salah satu laga yang paling menarik perhatian.
India juga bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Kehadiran negara undangan dari luar kawasan ASEAN tersebut membuat persaingan di Grup A tidak hanya berisi duel antarnegara Asia Tenggara.
Bagi Indonesia, status sebagai tuan rumah bisa menjadi modal penting. Pertandingan FIFA ASEAN Cup akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat yang memungkinkan Skuad Garuda mendapatkan dukungan langsung dari suporter.
Keuntungan bermain di kandang menjadi semakin penting karena format turnamen membuat setiap pertandingan fase grup memiliki arti besar. Indonesia harus mengumpulkan hasil terbaik untuk finis sebagai pemuncak Grup A dan mendapatkan tiket ke perebutan gelar.
Format FIFA ASEAN Cup memang berbeda dengan Piala AFF. Delapan tim Premier Division dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing berisi empat negara.
Setiap tim akan menjalani tiga pertandingan di fase grup. Setelah itu, dua juara grup akan bertemu dalam pertandingan perebutan gelar FIFA ASEAN Cup.
Artinya, Indonesia tidak hanya dituntut tampil konsisten sepanjang fase grup. Skuad Garuda juga harus mampu menjadi tim terbaik di Grup A jika ingin menjadi negara pertama yang mengangkat trofi turnamen baru tersebut.
Kesempatan itu datang tidak lama setelah Indonesia mengalami kekecewaan di Piala AFF 2026. Skuad Garuda sebelumnya gagal lolos dari fase grup setelah hanya finis di posisi ketiga Grup A.
Indonesia harus menerima hasil tersebut setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada pertandingan terakhir fase grup. Kegagalan itu sekaligus membuat Indonesia kembali tidak mampu mencapai semifinal Piala AFF untuk dua edisi secara beruntun.
FIFA ASEAN Cup kemudian menjadi kesempatan berbeda bagi Timnas Indonesia. Dengan statusnya sebagai ajang yang berada dalam kalender FIFA, persoalan pelepasan pemain dari klub berpeluang menjadi lebih mudah dibandingkan turnamen yang berlangsung di luar agenda internasional.
Kondisi tersebut membuka peluang pelatih John Herdman untuk memanggil komposisi pemain yang lebih ideal. Pemain yang sebelumnya tidak dapat bergabung karena persoalan izin klub bisa memiliki kesempatan untuk memperkuat Skuad Garuda.
Hal itu membuat FIFA ASEAN Cup berpotensi menjadi panggung untuk menunjukkan kekuatan sebenarnya Timnas Indonesia. Apalagi target Indonesia tidak hanya sekadar menjalani pertandingan sebagai tuan rumah, tetapi juga mengejar prestasi pada edisi perdana turnamen tersebut.
Ajang ini juga menawarkan gengsi tersendiri karena merupakan kompetisi baru yang berada di bawah payung FIFA. Karena itu, keberhasilan menjadi juara pertama akan memberikan catatan sejarah bagi negara yang mampu mengangkat trofi.
Indonesia kini memiliki peluang tersebut di depan mata. Setelah gagal memberikan hasil maksimal di Piala AFF 2026, Skuad Garuda tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan karena panggung berikutnya sudah menunggu di FIFA ASEAN Cup.





