Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. (Foto: dok. PBSI)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tersingkir di perempatfinal Kejuaraan Dunia 2026. Mereka mengaku sulit keluar dari tekanan lawan.
Alih-alih menjadi andalan Indonesia untuk merebut gelar juara dunia, Fajar/Fikri justru terhenti di babak delapan besar.
Unggulan kedua itu takluk dari ganda putra Taiwan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dalam laga yang bergulir Jumat (21/8/2026). Fajar/Fikri menyerah dari Lee/Yang dengan skor 19-21, 16-21.
Fajar mengatakan permainan lawan yang bertumpu pada kecepatan dan power membuat ia dan Fikri kesulitan keluar dari tekanan.
“Hari ini kami tidak bisa keluar dari tekanan, mereka bermain sangat baik dengan speed dan power yang luar biasa. Kami sudah mencoba tapi mereka tampil lebih baik,” kata Fajar dalam keterangannya melalui federasi.
Selain tekanan dari lawan, juara China Open 2026 ini juga mengaku terkejut dengan kondisi angin di lapangan.
“Gim pertama khususnya saya banyak ragu-ragu ya dengan permainan, sedikit kaget juga hembusan angin hari ini lumayan kencang ke pinggir jadi pengembalian bola saya banyak tidak pas,” dia mengungkapkan.
Sementara itu, Fikri menilai, lawan bermain sangat rapat dan membuat ia dan Fajar tak bisa bergerak leluasa menyerang.
“Kami tidak merasa terlalu ada pressure, di lapangan memang lawan bermain baik. Permainan mereka cukup mengagetkan dan solid, seperti sempit dan tidak ada celah di lapangan mereka,” kata Fikri.
Kekalahan ini menjadi evaluasinya untuk turnamen berikutnya. Terutama soal kecepatan menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan.
“Banyak pelajaran untuk saya pribadi di Kejuaraan Dunia ini. Mau lawan siapapun kami harus selalu siap dan harus cepat adaptasi,” ujar Fikri.





