Beranda / Daerah / Bupati Gunungkidul Serahkan SK Pengabdian Kembali Menjadi Guru, Tegaskan Komitmen Peningkatan Anggaran Pendidikan

Bupati Gunungkidul Serahkan SK Pengabdian Kembali Menjadi Guru, Tegaskan Komitmen Peningkatan Anggaran Pendidikan

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari tugas tambahan sebagai kepala sekolah kepada sejumlah pendidik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Acara yang berlangsung di Ruang Nayyotama, Kantor Sekretariat daerah Kabupaten Gunungkidul, Kapanewon Wonosari, Sabtu, (22/8/2026) ini menandai kembalinya para kepala sekolah berprestasi tersebut ke jabatan fungsional utama mereka sebagai guru.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nurul Setyowati dalam laporannya menyampaikan bahwa penyerahan SK ini merupakan tindak lanjut dari regulasi Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2025 terkait masa periode penugasan kepala sekolah yang telah selesai. Sebanyak sepuluh perwakilan kepala sekolah, yang terdiri dari enam kepala sekolah SD dan empat kepala sekolah SMP, hadir untuk menerima tugas baru mereka di sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga pendidik.

“Beliau-beliau ini adalah para ‘punggawo’ yang memiliki dedikasi luar biasa. Kini mereka akan kembali fokus mendidik siswa secara intensif setiap harinya, yang merupakan dedikasi paling utama dari seorang guru,” ujar Nunuk Setyowati.

Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa penataan ini adalah bagian dari upaya memastikan tata kelola pendidikan berjalan secara profesional dan berkelanjutan. Bupati memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para kepala sekolah yang selama ini memikul tanggung jawab berat dalam membangun karakter peserta didik dan menjalin komunikasi dengan orang tua murid.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah pada tahun 2026, Bupati membawa kabar baik dengan menyatakan bahwa anggaran pendidikan di Kabupaten Gunungkidul justru ditingkatkan. Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui program-program unggulan.

“Anggaran pendidikan khusus di Gunungkidul justru kita tambah. Ini adalah komitmen bahwa belajar tidak boleh mengenal usia,” tegas Bupati Endah.

Bupati juga menyoroti pentingnya program “Bocah Pinter” untuk mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Bupati secara khusus meminta Dinas Pendidikan untuk menyisir anak-anak yang putus sekolah akibat berbagai kendala, seperti pernikahan dini atau masalah ekonomi, agar dapat difasilitasi melalui sekolah kejar paket A, B, dan C.

“Pemerintah hadir untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mempunyai bekal pendidikan. Sekolah lapangan harus diiringi dengan legal formal dalam bentuk ijazah agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Acara diakhiri dengan pesan motivasi dari Bupati agar para pendidik tetap menjadi teladan di mana pun mereka bertugas. Ia berharap kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan masyarakat terus terjaga guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif bagi generasi masa depan Gunungkidul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *