Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Kanada ingin mendapatkan “keuntungan sebagai bagian dari AS tanpa benar-benar menjadi negara bagian AS”. Pernyataan yang dilontarkan pada hari Minggu (23/08) itu menjadi komentar pertamanya setelah perundingan dagang antara Kanada dan AS berakhir gagal.
“Mereka juga selama bertahun-tahun mengenakan tarif dalam jumlah besar kepada para petani hebat kami. Tidak lagi!” tulis Trump di platform media sosial Truth Social.
Apa yang terjadi dalam sengketa dagang AS-Kanada?
Di tengah sengketa dagang antara kedua negara ini, pada Sabtu (22/08), Kanada menyatakan akan mengenakan tarif terhadap sejumlah produk AS mulai 8 September.
Langkah itu diambil sebagai balasan atas keputusan AS yang terlebih dahulu memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap berbagai produk Kanada. Kebijakan tersebut diumumkan setelah kedua negara gagal mencapai kesepakatan dagang pada Jumat (21/08).
“Kanada akan menyamai tarif baru Washington dolar demi dolar untuk melindungi pekerja, petani, keluarga, dan dunia usaha Kanada,” kata Perdana Menteri Mark Carney kepada wartawan di Ottawa.
“Dalam beberapa hari ke depan, kami akan mengumumkan rincian langkah-langkah tarif baru ini, yang akan mulai berlaku pada Selasa setelah Hari Buruh,” ujarnya.
Sementara AS menyalahkan Kanada karena tidak menyelesaikan pakta dagang dengan Washington pada Jumat (21/08), Carney membela posisi Kanada dengan menyatakan, “Kami tidak dapat menerima apa yang mereka tawarkan, dan kami tidak akan memberikan apa yang mereka minta.”
Pada Sabtu, Carney juga menggelar pertemuan virtual dengan para kepala pemerintahan provinsi dan wilayah Kanada untuk membahas penghentian perundingan dagang dengan AS.
Produk apa saja yang terdampak tarif?
Tarif AS akan berdampak pada berbagai produk Kanada, termasuk anggur, furnitur, produk susu, semen, pakaian, alat pancing, dan perlengkapan olahraga hoki es. Nilai ekspor Kanada yang terdampak diperkirakan mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp354 triliun
Sebagai balasan, Kanada akan menargetkan produk AS seperti baja, produk susu, peralatan rumah tangga, mesin pertanian, pulp dan kertas, serta barang elektronik.
AS menyerap sekitar 70% dari total ekspor Kanada. Kondisi itu membuat Kanada berpotensi lebih rentan dalam perselisihan yang oleh Carney secara terbuka disebut sebagai “perang” dagang.
“Anda berada dalam perang ketika diserang. Kami diserang,” kata Carney. Ia menambahkan Kanada memiliki cadangan, ketahanan, dan rencana untuk merespons situasi tersebut.
Bagaimana reaksi politisi Kanada dan AS?
Perdana Menteri Ontario, Doug Ford, yang merupakan provinsi dengan populasi terbesar di Kanada sekaligus salah satu penentang paling vokal terhadap tarif dagang Trump, mengecam rancangan kesepakatan dagang tersebut dan mendukung keputusan Carney untuk melakukan pembalasan.
“Saya senang dia (Cartney) tidak menandatangani kesepakatan itu karena itu adalah kesepakatan yang buruk. Kesepakatan itu buruk bagi Ontario. Buruk bagi sektor otomotif, sektor baja, dan sektor manufaktur,” kata Ford pada Sabtu.
Sementara itu, Pierre Poilievre, pemimpin Partai Konservatif yang merupakan oposisi resmi pemerintah, mendesak warga Kanada untuk “bersatu mempertahankan negara kita dari serangan tidak adil terhadap lapangan kerja dan dunia usaha kita.”
Di AS, sejumlah anggota parlemen dan gubernur dari Partai Demokrat menyalahkan Trump atas eskalasi konflik dagang tersebut.
“Tanpa alasan memicu perselisihan dengan sekutu kita dan menaikkan harga di dalam negeri. Itulah kebijakan ekonomi Trump, secara singkat,” tulis Gubernur New York Kathy Hochul di X.
Anggota Kongres dari Michigan, Haley Stevens, juga mengkritik perang dagang Trump yang disebutnya sembrono dan tidak perlu.
Hubungan persahabatan yang memburuk
Tarif terbaru ini menandai perubahan tajam dalam hubungan dagang kedua negara. Padahal dua hari sebelumnya, pejabat AS dan Kanada masih menyampaikan optimisme bahwa kompromi dapat dicapai.
Menurut kantor berita AP, belum ada rencana perundingan lanjutan untuk menyelesaikan kebuntuan tersebut.
Pendekatan pemerintahan AS terhadap Kanada merupakan perubahan besar dari hubungan bersahabat yang secara tradisional terjalin antara kedua negara.
Trump kerap mengatakan ingin memberlakukan tarif terhadap barang-barang Kanada untuk mendorong perusahaan memindahkan kembali produksi ke AS. Ia juga beberapa kali melontarkan pernyataan kontroversial tentang keinginannya menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS.
Carney mengatakan Kanada memahami bahwa “Amerika telah berubah” dan kedua negara “tidak akan kembali ke hubungan mereka yang dulu.”





