Beranda / Tokoh / Kyai Asy’ari, Santri Tambakberas Yang Lahirkan Pendiri NU

Kyai Asy’ari, Santri Tambakberas Yang Lahirkan Pendiri NU

Dua kilometer arah barat saya Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, tepatnya di lingkungan Pondok Pesantren Al-Asy’ari Keras (dulu Pesantren Keras), Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, terdapat makam yang ramai dikunjungi peziarah, yakni makam ayahanda dari sang Pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari, yakni Kyai Asy’ari.
Kiai Asy’ari merupakan sosok asal Demak Jawa Tengah, putra dari Kiai Abdul Wahid bin Abdul Halim, yang hijrah ke Jawa Timur untuk nyantri di Jombang, tepatnya di Pondok Nggedang, asuhan Kiai Usman yang terletak sekitar dua kilometer di sebelah utara Kota Jombang, dekat Tambakberas.
Pesantren Nggedang didirikan oleh Kiai Abdus Salam atau dikenal dengan nama Kiai Shihah, asal Lasem, Rembang, Jawa Tengah yang bersama istrinya, Muslimah, membuka hutan di Gedang untuk mendirikan permukiman dan pesantren pada tahun 1825.
Kiai Usman, sang pengasuh Pesantren Nggedang saat Kyai Asy’ari nyantri, merupakan salah seorang kiai terkenal dan besar pengaruhnya. Dalam perkawinannya dengan putri Lajjinah, putera-puteranya seringkali meninggal pada masa kanak-kanak, namun pada 1268 H atau bertepatan dengan tahun 1851, Kiai Usman dianugerahi Allah SWT seorang puteri yang diberi nama putri Winih, yang berarti benih, teapi kemudian puteri Winih diubah namanya menjadi Halimah.
Kyai Asy’ari muda merupakan salah satu santri yang menonjol dari segi ketekunannya, kepandaiannya, kecerdasannya, sehingga Kyai Usman menikahkannya engan putrinya yang bernama Halimah (Winih) pada usia 9 tahun dan Mbah Asy’ari di usia 25 tahun. Pernikahannya dikarenakan Kyai Usman sudah sepuh dan kesehatannya terganggu sehingga sering sakit-sakitan.
Dari pernikahan itu, pasangan Asy’ari dan Halimah dianugerahi 11 orang anak yaitu, Nafi’ah, Ahmad Saleh, Muhammad Hasyim, Radiah Hasan, Anis, Fatanah, Maimunah, Maksum, Nahrawi, dan Adnan, dan Putera Kiai Asy’ari yang ketiga, yaitu Muhammad Hasyim dilahirkan di Pondok Nggedang pada tanggal 24 Dzulqa’dah 12 bertepatan 14 Februari 1871. Muhammad Hasyim kemudian lebih dikenal dengan nama KH Hasyim Asy’ari.
Lima tahun setelah Muhammad Hasyim lahir, atau pada tahun 1876, Kiai Asy’ari yang lahir pada tahun 1830 ini mendirikan Pondok Pesantren di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang. Lewat pesantren yang didirikannya itu, Kiai Asy’ari dikenal sebagai perintis tradisi keilmuan pesantren di daerah Jombang.
Adapun Pesantren Nggedang berkembang menjadi Pesantren Tambakberas, Jombang, di bawah kepengasuhan saudara misan (sepupu) Kiai Asy’ari yaitu Kiai Said, yang kemudian menurunkan Kiai Chasbullah, ayahanda KH Abdul Wahab Chasbullah, pendiri dan penggerak Nahdlatul Ulama.
Inilah pertalian kekerabatan, sanad, dan jalinan kepesantrenan yang menjadi salahsatu kekuatan NU hingga saat ini
Ila Rukhi Kyai Asy’ari Keras Jombang, Lahul Faatihah….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *