Beranda / Politik / PSI Tepis Isu Prabowo dan Jokowi Retak: Loyalis Pak J Masih Setia

PSI Tepis Isu Prabowo dan Jokowi Retak: Loyalis Pak J Masih Setia

JAKARTA,REDAKSI17.COM — Isu mengenai dugaan keretakan hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan keluarga Presiden ke-7 RI Jokowi terus menjadi perbincangan di ruang publik.

Suratkabar

Menanggapi isu tersebut, Juru Bicara PSI Dian Sandi Utama menepis anggapan adanya keretakan yang disebut-sebut dapat memengaruhi dukungan terhadap pemerintahan Prabowo.

Menurut Dian, sejumlah lembaga survei telah memotret berbagai faktor yang memengaruhi naik turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Namun, ia mengklaim isu mengenai hubungan Prabowo dengan Jokowi maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak ditemukan sebagai salah satu faktor penyebab.

Tidak Ada Temuan Lembaga Survei

Dian mengatakan dinamika tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah memiliki sejumlah faktor yang menjadi perhatian lembaga survei.

“Beberapa lembaga survei memuat sebab-sebab naik turunnya tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan hari ini,” ujar Dian, dikutip fajar.co.id, Selasa (1/9/2026).

Ia kemudian menyinggung isu yang belakangan ramai dibicarakan mengenai dugaan keretakan hubungan antara Prabowo dan keluarga Jokowi.

Ia menegaskan, isu tersebut tidak disebut sebagai penyebab perubahan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan.

“Namun semua lembaga survei tidak menemukan bahwa itu disebabkan oleh isu retaknya hubungan antara Presiden dengan Pak J atau Mas Gibran,” imbuhnya.

Loyalis Jokowi dan Gibran Tetap Bersama Prabowo

Dian menekankan bahwa tidak ditemukannya isu tersebut dalam faktor yang memengaruhi kepuasan publik menjadi indikasi bahwa dukungan kelompok loyalis Jokowi dan Gibran kepada pemerintahan Prabowo masih terjaga.

Ia menyebut loyalis kedua tokoh tersebut tetap berada di barisan pemerintahan.

“Ini membuktikan bahwa loyalis Pak J dan Mas Gibran masih setia bersama Pak Prabowo,” tegas Dian.

Sebelumnya, Bestari Barus mengatakan bahwa hingga saat ini arahan yang diterima PSI masih jelas, yakni mendukung dan mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ia menyebut dukungan tersebut bahkan diarahkan untuk dua periode.

“Ya, tadi kan sudah saya sampaikan bahwa itu tidak mewakili sama sekali dari apa yang menjadi keinginan Pak Jokowi ke depan,” ujar Bestari, dikutip fajar.co.id, Senin (31/8/2026).

“Bahwa sampai saat ini pun kami dari PSI ini instruksinya masih jelas bahwa Prabowo Gibran, kawal Prabowo Gibran bahkan sampai dua periode,” tambahnya.

Dijelaskan Bestari, pernyataan yang berbeda dengan arahan tidak sejalan dengan pesan yang selama ini disampaikan Jokowi kepada kader PSI.

Bestari menilai pernyataan yang berkembang dan memicu spekulasi politik tersebut bisa saja muncul akibat kesalahan dalam menyampaikan pandangan.

“Jadi bila mana ada hal yang seperti itu berseberangan dengan apa yang disampaikan Pak Jokowi kepada kami, kami menganggap bahwa itu ya bisa saja itu kesalahan omong atau ngomong tidak pada tempatnya gitu,” ucap dia.

PemerintahPusat & Daerah

Ia mengatakan, ucapan yang tidak disampaikan pada tempatnya berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Sehingga itu menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, di mana Pak Jokowi perintahkan kita untuk kawal Prabowo Gibran dua periode,” sebutnya.

Lebih lanjut, Bestari menyinggung adanya potongan pernyataan yang kemudian tersebar luas di tengah masyarakat.

Menurutnya, penyebaran potongan ucapan tersebut berbeda dengan arahan yang diterima PSI dari Jokowi.

Kampanye& Pemilu

“Tapi ada yang nyeletuk-nyeletuk dengan sengaja kemudian menyebarluaskan potongan omongan itu kepada publik, yang berbeda dengan apa yang diinginkan dan diarahkan Pak Jokowi kepada kami,” katanya.

Bestari pun menekankan bahwa pernyataan tersebut tidak perlu dikaitkan dengan sikap Jokowi.

“Jadi kami anggap itu sebagai omongan liar,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *