Beranda / Politik / Sobary: Jokowi Sudah ‘Bunuh’ Banyak Wartawan dan Aktivis

Sobary: Jokowi Sudah ‘Bunuh’ Banyak Wartawan dan Aktivis

Jakarta,REDAKSI17.COMBudayawan Mohamad Sobary menyoroti petuah Jawa yang disampaikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, Sabtu (29/8/2026).Dalam kesempatan itu, Jokowi mengutip pepatah Jawa “Lamun siro sekti, ojo mateni” yang bermakna jika seseorang memiliki kekuasaan, jangan digunakan untuk menjatuhkan atau menghambat langkah orang lain.

“Kalau kamu sekti ojo mateni. Ya, kalau kita ini dahsyat punya kesaktian, jangan membunuh orang. Begitu aja di terjemahan-terjemahan itu. Jangan apa, jangan mengganggu orang. Pokoknya nek sekti ojo mateni. Sekti itu urusannya dengan mematikan. Bukan sekedar mengganggu orang menghambat langkahnya orang,” ujar Sobary dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (3/9).

Namun menurut Sobary, Jokowi justru telah “membunuh” banyak orang, bukan secara fisik, melainkan secara non-fisik dengan menekan wartawan dan aktivis yang dikirim ke penjara pada masanya.

“Kamu sekti jangan mateni orang. Oh, kamu sudah membunuh banyak orang. Ayo, wartawan, berapa yang kau kirim ke penjara? Aktivis-aktivis berapa yang kau kirim ke penjara? Apa itu tidak mateni orang?” ungkapnya.

Ia mencontohkan kasus Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dan Roy Suryo yang kini menghadapi persidangan dengan ancaman hukuman penjara bertahun-tahun terkait tuduhan ijazah palsu Jokowi.

“Dr. Tifa dan Kanjeng Roy, kau lakukan apa kepada mereka? Masih kau mengomongkan itu? Nek ku sekti ojo mateni, kamu tahu artinya sakti? Kamu tahu artinya mateni. Itu omongan itu barang batil, Bung qkhirnya,” tegasnya.

Sobary menilai, petuah Jawa yang sejatinya sarat kearifan dan moralitas justru kehilangan makna ketika disampaikan oleh Jokowi.

“Materinya itu filosofi Jawa, itu kearifan Jawa, itu moralitas Jawa. Mulia Bung. Mulianya mulia tapi disampaikan oleh model beginian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *