Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (YouTube Sekretariat Presiden)
Vladivostok,REDAKSI17.COM – Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia dan Rusia memiliki peluang untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Kerja sama tersebut mencakup energi, nuklir, pertanian, antariksa, pendidikan, hingga transportasi.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dan peserta Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University, Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Prabowo menilai, kerja sama Indonesia dan Rusia tidak hanya terbatas pada perdagangan barang. Menurut dia, kedua negara masing-masing memiliki kekuatan yang saling melengkapi dan dapat dikembangkan melalui berbagai sektor strategis.
Rusia memiliki kekuatan dalam sumber daya energi, ilmu pengetahuan, serta rekayasa teknologi maju. Sementara itu, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar sekaligus menjadi pintu masuk menuju kawasan ASEAN. Kekuatan tersebut, kata Prabowo, membuka peluang kolaborasi dalam berbagai rantai kegiatan energi, termasuk sektor minyak dan gas bumi.
Presiden menyampaikan, Indonesia menyambut kerja sama dengan Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas.
Indonesia juga membuka peluang transfer pengetahuan dan investasi Rusia di bidang energi terbarukan, modernisasi jaringan ketenagalistrikan, serta pengembangan tenaga nuklir untuk tujuan damai.
“Kami mengharapkan transfer pengetahuan dan investasi di bidang energi terbarukan, jaringan listrik cerdas, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan berskala penuh dengan standar keselamatan tertinggi serta perlindungan internasional,” kata Prabowo di Far Eastern Federal University, Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Sementara untuk sektor pangan, Prabowo menyebut Indonesia dan Rusia berpeluang untuk memperkuat kerja sama melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang mencakup pengembangan benih unggul, pembiakan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, hingga produksi pupuk bersama.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga tak lupa mendorong kerja sama industrialisasi untuk menciptakan nilai tambah bagi kedua negara. Sektor yang dapat dikembangkan antara lain pengolahan produk makanan, kebutuhan rumah tangga, pakaian, furnitur, farmasi, hingga elektronik konsumen. Selain itu, Indonesia dan Rusia membuka peluang kerja sama di bidang antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi.
“Kami juga menyambut baik kerja sama antara Rusia dan Indonesia di bidang antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi,” tutur Prabowo.
Sebelumnya, dalam pertemuan di Moskwa pada 13 April 2026, Prabowo dan Putin mengidentifikasi kerja sama antariksa dan pendidikan sebagai bidang strategis untuk memperkuat hubungan Indonesia-Rusia. Kerja sama di bidang antariksa juga semakin mendapat perhatian, antara lain melalui kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mitra Rusia untuk mendukung pengembangan Bandar Antariksa Biak.
Pada bidang nuklir, BRIN dan State Atomic Energy Corporation (Rosatom) Rusia juga memperluas kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kapasitas serta transfer pengetahuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir.
Melalui peluang penguatan kerja sama tersebut, pemerintah berharap setiap kesepakatan dapat ditindaklanjuti secara konkret agar memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri nasional, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





