Jakarta,REDAKSI17.COM – Buku Islam Ala Prabowo karya Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas belakangan menjadi sorotan publik.
Buku yang diterbitkan Atmosphere Publishing House tersebut diketahui terbit pada 26 Agustus 2025. Namun, keberadaannya baru ramai diperbincangkan publik sejak awal September 2026.
Perhatian publik tertuju pada sejumlah nama tokoh yang tercantum dalam buku tersebut. Di antaranya ulama sekaligus mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) KH Muhammad Zainul Majdi.
Selain itu, terdapat nama Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, serta mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.
Sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih juga disebut dalam buku tersebut, di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.
Apa isi buku?
Mengutip laman Gramedia.com, buku Islam Ala Prabowo yang ditulis Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas diterbitkan Atmosphere Publishing House pada 14 Juli 2025.
Buku dengan ISBN 9786238967650 tersebut memiliki ketebalan 368 halaman.
Dalam deskripsinya, buku ini mengulas sejarah, riwayat, serta kiprah seorang pemimpin politik dari perspektif yang dinilai belum banyak dibahas di kalangan publik intelektual.
Buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam itu tidak hanya menggambarkan sosok Prabowo Subianto seperti yang telah banyak diberitakan berbagai media.
Buku tersebut juga membuka ruang interpretasi mengenai Prabowo Subianto sebagai sosok yang disebut berperan dalam lokomotif keagamaan dan keumatan.
Penulisan buku ini disebut sebagai upaya untuk menggali nilai-nilai, paradigma, napak tilas, sekaligus membaca arah masa depan bangsa yang diemban Prabowo Subianto dalam mendorong perjuangan bangsa beserta berbagai unsur progresif di dalamnya.
Melalui buku tersebut, pembaca diajak melihat pengaruh nilai moral Islam dalam perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo Subianto.
Bantahan Sejumlah Tokoh
Buku Islam Ala Prabowo kemudian menuai polemik setelah sejumlah tokoh yang namanya tercantum di dalamnya menyatakan tidak pernah terlibat sebagai penulis.
Mereka memberikan klarifikasi dan bantahan terkait pencantuman nama sebagai kontributor atau penulis dalam buku tersebut.
Berikut sejumlah bantahan dari tokoh yang namanya tercantum dalam buku Islam Ala Prabowo:
Tokoh agama Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi membantah pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut. Namanya tercantum pada halaman 241 sebagai penulis artikel berjudul Visi Keislaman Prabowo Subianto.
Bantahan itu disampaikan TGB melalui kolom komentar salah satu unggahan di akun Instagram resminya, @tuangurubajang. Ia menegaskan tidak pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.
“Saya tidak pernah kirim tulisan,” tegasnya dalam kolom komentar salah satu unggahan Instagramnya pada Minggu (6/9/2026).
Bantahan juga disampaikan Ning Jazil. Melalui komentar pada sebuah unggahan Instagram, ia menegaskan bahwa suaminya, Gus Kautsar, tidak pernah menulis untuk buku Islam Ala Prabowo.
Ning Jazil kemudian mempertanyakan pencantuman nama suaminya tanpa adanya permintaan izin terlebih dahulu.
“Kok bisa ada nama suami saya?? Padahal Gus Kautsar tidak pernah menulis itu, kok bisa penulis tidak izin dulu kalau mau menyertakan nama suami saya di buku itu???!!” tulis Ning Jazil dalam komentarnya melalui akun resminya @zil_hb.
Mantan Ketua Umum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siradj turut memberikan tanggapan terkait pencantuman namanya dalam buku Islam Ala Prabowo.
Melalui klarifikasi resmi, Kyai Said menyayangkan pencantuman namanya dalam buku tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan Sekretaris Pribadi Kyai Said, M. Sofwan Erce, pada Senin (7/9/2026).
Dalam klarifikasi tersebut ditegaskan bahwa Kyai Said tidak pernah menulis, menyusun, maupun memberikan tulisan untuk buku itu. Karena itu, pencantuman namanya tidak dapat dimaknai sebagai bentuk keterlibatannya dalam proses penyusunan buku.
Sementara itu, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra juga membantah dirinya tercatat sebagai penulis buku Islam Ala Prabowo.
Yusril menjelaskan bahwa dirinya hanya menjalani wawancara untuk keperluan penyusunan buku. Ia mengaku tidak pernah terlibat dalam pembahasan judul maupun proses penggagasan buku tersebut.
Yusril juga mengatakan, setelah diwawancarai tim penyusun, dirinya tidak pernah melihat naskah buku hingga akhirnya diterbitkan.
“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya,” kata Yusril di Jakarta, Selasa (8/9/2026), dilansir Kompas TV.




