Beranda / Tokoh / KH Asep Penulis Buku “Islam Ala Prabowo” Harap Presiden Tiru Khalifah Umar

KH Asep Penulis Buku “Islam Ala Prabowo” Harap Presiden Tiru Khalifah Umar

KH Asep Saifuddin Chalim, salah satu kontributor penulis buku “Islam Ala Prabowo” (Foto: Istimewa)

Surabaya,REDAKSI17.COM – Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ammanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim buka suara soal sorotan peluncuran buku “Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam”. Ia mengakui bahwa dirinya menjadi salah satu kontributor penulis buku tersebut dan berharap Prabowo bisa meniru kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
Umar bin Abdul Aziz merupakan khalifah kedelapan Kekhalifahan Umayyah yang memerintah pada dari tahun 717 hingga mangkat pada tahun 720. Umar bin Abdul Aziz dianggap khalifah yang berhasil melakukan reformasi dan terkenal akan keadilannya.

“Saat panitia minta tulisan, hanya saya satu yang ada dalam pikiran saya, barangkali Pak Prabowo bisa terinspirasi atau mau mengambil ibrah (pelajaran) tentang kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sangat tegas dalam memberantas korupsi dan memberantas nopotisme serta kolusi,” kata Kiai Asep dalam keterangannya yang diterima detikJatim, Selasa (8/9/2026).

“Itulah motif saya menulis di buku tersebut. Jadi semangat saya, semangat untuk berdakwah. Kita semua kan tahu bahwa kebijakan presiden sangat menentukan nasib bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Kiai Asep lalu membantah tudingan bahwa dirinya sedang membandingkan Prabowo dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang terkenal adil itu, namun ia berharap Prabowo bisa membaca dan meniru ketegasan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

“Tulisan saya bisa dicek. Saya hanya berharap Pak Prabowo yang baru menjadi presiden bisa meniru kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz yang dalam waktu singkat bisa memakmurkan dan mensejahterakan rakyatnya,” terang Kiai Asep.

“Ya, dalam jangka waktu sangat pendek, 2,3 tahun Umar bin Abdul Aziz sukses. Bahkan masyarakat kesulitan menyalurkan zakat karena semua orang sudah kaya raya,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) itu.

“Setiap saya diundang ceramah di depan pejabat, baik kepala daerah maupun menteri, saya selalu menceritakan tentang kehebatan pemimpin Islam Umar bin Abdul Aziz dengan harapan bisa menginspirasi, terutama dalam ketegasannya memberantas korupsi dan nepotisme,” imbuhnya.

Sedangkan soal sorotan buku yang diluncurkan pada pada Selasa, 26 Agustus 2025 di Jakarta. Kiai Asep tamengaku sejak awal telah memberikan saran agar tak memakai judul yang saat ini karena dinilai terlalu sensitif.

“Ketika panitia buku itu minta tulisan kepada saya, saya sudah mengingatkan sejak awal agar judulnya diubah karena sangat sensitif,” tandas Kiai Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *