JAKARTA,REDAKSI17.COM- Kanada akan mengenakan tarif impor 15% hingga 50% terhadap ratusan produk Amerika Serikat (AS) mulai Selasa (8/9/2026), sebagai balasan atas kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Seperti dikutip Bloomberg, Perdana Menteri Kanada, Mark Carney menaikkan tarif sejumlah produk baja AS menjadi 50% dari sebelumnya 25%.

Ottawa juga akan mengenakan tarif terhadap berbagai barang konsumsi, termasuk sepeda motor, kosmetik, keju, dan produk lainnya.

Kebijakan tersebut berpotensi menekan eksportir AS, terutama di negara bagian Michigan dan Ohio yang memiliki aktivitas perdagangan tinggi dengan Kanada.

Kedua wilayah tersebut juga menjadi medan persaingan politik menjelang pemilihan umum sela AS pada November.

“Tarif balasan Kanada dimaksudkan agar dampak biaya dari perang dagang ini terasa nyata bagi dunia usaha dan konsumen Amerika, sehingga Washington melihat adanya insentif yang jelas untuk kembali ke meja perundingan,” ujar Brian Clow, mantan penasihat senior Kanada untuk urusan perdagangan dan hubungan dengan AS di era Justin Trudeau.

“Kanada tidak menerapkan tarif ini karena menginginkan perang dagang. Tarif ini diterapkan justru karena Kanada ingin perang dagang tersebut berakhir.”

Trump pada Senin mengancam melarang penjualan jet Bombardier Inc. di AS. Ia menuding perusahaan Kanada tersebut hidup dari “Pembeli Amerika.”

Bombardier memiliki lebih dari 2.800 pemasok di AS, termasuk produsen sayap di Texas, pemasok avionik di Iowa, dan produsen mesin di Indiana.

Ketegangan meningkat setelah perundingan dagang kedua negara selama beberapa pekan gagal mencapai kesepakatan.

Trump pada 18 Agustus menyatakan kedua pihak telah mencapai kesepakatan awal dan memberikan waktu tiga hari untuk menyelesaikan detailnya, tetapi kesepakatan tersebut akhirnya kandas.

AS telah memberlakukan tarif 50% terhadap sekitar US$20 miliar barang Kanada sejak 22 Agustus. Kanada kemudian mengumumkan tarif balasan dengan nilai sekitar US$20 miliar terhadap produk AS. W

Washington kini mempertimbangkan tarif tambahan hingga larangan impor terhadap sejumlah produk Kanada.

Carney mengatakan tuntutan AS dalam perundingan sebelumnya tidak dapat diterima karena dinilai mengancam kedaulatan Kanada dan merugikan sejumlah industri, termasuk kendaraan berat.

“Kami menyadari bahwa terkadang tanda tangannya ditulis dengan pensil,” kata Carney, merujuk pada komitmen komitmen perdagangan AS.

Tekanan ekonomi menjadi risiko bagi Kanada. Pertumbuhan ekonomi sempat stagnan sebelum kembali meningkat pada kuartal II-2026.

Penambahan pekerjaan rata-rata hanya 3.400 per bulan sepanjang tahun ini, sementara tingkat pemutusan hubungan kerja meningkat di industri yang bergantung pada permintaan ekspor AS.

Oxford Economics memperkirakan kombinasi tarif AS, tarif balasan Kanada, dan dukungan pemerintah akan memangkas output ekonomi Kanada sekitar 0,3% dari proyeksi dasar.

Meski begitu, Carney tetap membuka ruang negosiasi untuk mengakhiri ketegangan. “Kami siap untuk duduk dan mencapai kesepakatan itu ketika Amerika sudah siap,” kata Carney.

Ia menegaskan Kanada tidak akan menyetujui perjanjian yang mengurangi daya saing industri otomotif, baja, dan aluminium.

Dari sisi AS, Ketua DPR Mike Johnson juga mendorong Kanada kembali ke meja perundingan.

“Saya pikir semua orang ingin hal itu terjadi,” kata Johnson pada hari Kamis, sehari setelah Greer memberi pengarahan kepada anggota DPR dari Partai Republik.

“Kita membutuhkan Kanada untuk datang ke meja perundingan, dengan itikad baik, dan berupaya menyelesaikan masalah ini, karena hal ini sangat penting bagi kedua negara, dan para anggota badan ini meyakini hal tersebut, dan saya pikir sebagian besar warga Kanada juga melakukan hal yang sama.”