Beranda / Nasional Dan Internasional / Tumbangnya Prestise Militer AS? Kepala Basij Iran Klaim Dominasi Amerika Serikat Mulai Runtuh

Tumbangnya Prestise Militer AS? Kepala Basij Iran Klaim Dominasi Amerika Serikat Mulai Runtuh

 

Teheran,REDAKSI17.COM – Kekuatan militer Amerika Serikat selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu yang paling dominan di dunia. Namun, klaim berbeda datang dari Iran.

Kepala Organisasi Basij Iran, Hojjat al-Islam Hossein Taeb, menyebut Iran telah berhasil mengguncang bahkan meruntuhkan prestise militer Amerika Serikat di panggung internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Taeb dalam sebuah acara di Teheran. Ia menilai kegagalan Amerika Serikat dalam menundukkan Iran menjadi gambaran bahwa dominasi militer Washington mulai menghadapi tantangan serius, seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Tribun Video.

Menurut Taeb, perubahan strategi Amerika Serikat menjadi salah satu faktor penting dalam situasi tersebut. Ia menilai Washington sebelumnya mengandalkan strategi perang hibrida, tetapi kemudian beralih pada tindakan militer secara langsung.

Alih-alih menunjukkan superioritas, langkah tersebut menurut Taeb justru menjadi titik balik yang memperlihatkan keterbatasan kekuatan militer Amerika Serikat.

Ketidakmampuan Washington untuk mencapai tujuan militernya terhadap Iran, lanjut Taeb, bahkan disebut sebagai pertanda munculnya tatanan baru dalam sistem politik global.

Pernyataan itu muncul ketika Amerika Serikat bersiap memperingati 250 tahun kemerdekaannya. Di tengah momentum tersebut, Taeb menggambarkan Washington sebagai negara yang tengah menghadapi tantangan terhadap pengaruh dan dominasi geopolitiknya.

Klaim soal Perang dan Anggaran Fantastis AS

Taeb juga menyinggung kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dinilainya berupaya memperluas pengaruh global melalui jalur peperangan.

Menurutnya, Washington di tengah berbagai persoalan internal tetap mengerahkan sumber daya militernya untuk mendukung sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Ia mengeklaim Amerika Serikat telah menggelontorkan dana dalam jumlah besar sekaligus mengerahkan persenjataan dan rudal dalam konflik di kawasan tersebut.

Namun, besarnya anggaran pertahanan Amerika Serikat disebut Taeb tidak otomatis menjamin kemenangan.

Ia justru membandingkan kekuatan finansial dan persenjataan Washington dengan strategi Iran yang diklaim lebih efisien serta membutuhkan biaya jauh lebih rendah.

Dalam pandangan Taeb, situasi tersebut menunjukkan bahwa perang modern tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar anggaran pertahanan yang dimiliki sebuah negara.

Kemampuan menyusun strategi, efisiensi penggunaan sumber daya, serta ketahanan menghadapi tekanan militer juga dianggap memiliki peranan penting.

Taeb kemudian menggambarkan kemampuan Iran bertahan menghadapi tekanan Amerika Serikat sebagai bukti adanya perubahan dalam peta kekuatan dunia.

Menurut narasi yang disampaikan pejabat Iran tersebut, kekuatan ekonomi dan persenjataan canggih tidak lagi otomatis membuat sebuah negara mampu memaksakan kehendaknya kepada negara lain.

Klaim tersebut sekaligus menjadi bagian dari narasi Teheran mengenai meningkatnya kemampuan Iran dalam menghadapi tekanan dari kekuatan besar dunia.

Jika sebelumnya superioritas militer Amerika Serikat kerap dipandang sebagai salah satu simbol utama kekuatan global Washington, Taeb menilai situasi yang dihadapi Iran menunjukkan bahwa dominasi tersebut tidak lagi bersifat mutlak.

Meski demikian, berbagai klaim mengenai keberhasilan Iran dalam melemahkan kekuatan militer Amerika Serikat merupakan pandangan dari pihak Iran dan perlu dilihat dalam konteks konflik serta persaingan geopolitik kedua negara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *