Beranda / Olahraga / Pemda Gunungkidul Gelar Rapat Persiapan Porda dan Peparda 2027, Bupati Tegaskan Transformasi Ekosistem Olahraga

Pemda Gunungkidul Gelar Rapat Persiapan Porda dan Peparda 2027, Bupati Tegaskan Transformasi Ekosistem Olahraga

Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul secara resmi memulai langkah strategis dalam menyongsong Pekan Olahraga Daerah (Porda) ke-18 dan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) tahun 2027 yang akan digelar di Kulon Progo. Dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, di Ruang Handayani, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Gunungkidul, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya transformasi total dalam pembinaan atlet demi mencapai target prestasi yang lebih tinggi.

Ketua KONI Kabupaten Gunungkidul, Irfan Ratnadi, memaparkan bahwa berdasarkan evaluasi Porda 2025, Gunungkidul berhasil mengirimkan 696 atlet dengan 428 di antaranya meraih medali. Untuk tahun 2027, KONI menetapkan target ambisius yakni perolehan 74 hingga 78 medali emas, meningkat signifikan dari capaian 52 medali emas pada tahun sebelumnya.

Guna mencapai target tersebut, KONI telah memulai program Puslatkap Mandiri sejak Juli hingga Desember 2026 untuk menyeleksi atlet potensial. Program ini kemudian akan dilanjutkan dengan Puslatkap Inti mulai Januari hingga September 2027, “Saat ini, terdapat 44 cabang olahraga (cabor) yang dipersiapkan untuk berlaga, setelah adanya penambahan cabor baru seperti Muay Thai dan Sambo.” ujar Irfan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menunjukkan komitmen kuat melalui peningkatan alokasi anggaran yang signifikan. Bupati Endah mengungkapkan bahwa anggaran hibah untuk KONI pada perubahan 2026 mencapai Rp2,5 miliar, dan direncanakan akan ditambah sebesar Rp4 miliar pada anggaran murni 2027. Sementara itu, anggaran untuk NPCI juga ditingkatkan dari Rp100 juta menjadi Rp400 juta pada tahun 2026, dengan rencana tambahan Rp1 miliar di tahun 2027.

Terkait kendala fasilitas latihan, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekpora), Antonius Hary Sukmono, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengoptimalkan aset-aset daerah untuk digunakan sebagai venue latihan. Beberapa lokasi seperti pendopo kantor Disparekrafpora dan lantai tiga gedung bekas Kantor Dinas Peternakan kini digunakan secara aktif oleh atlet NPCI, Kempo, Bridge, hingga e-sport.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa prestasi tidak boleh dihasilkan secara instan, melainkan melalui ekosistem yang terstruktur dan berkelanjutan. Bupati memperkenalkan konsep “Cetak Biru Olahraga Gunungkidul menuju Puncak Porda 2027” yang berfokus pada pembinaan usia dini dan penggunaan data.

Salah satu inovasi yang ditekankan adalah pembentukan dashboard database atlet yang terintegrasi dengan Kominfo, “Saya membutuhkan dashboard agar Bupati bisa memantau peta pembinaan atlet setiap saat tanpa harus mencari-cari data secara manual. Database ini harus mencakup atlet potensial, yang sudah berprestasi, hingga proyeksi medali,” tegas Bupati.

Dalam arahannya, Bupati juga meminta seluruh Pengurus Kabupaten (Pengkap) cabor untuk bertransformasi dari pola lama yang hanya aktif menjelang event, menjadi manajemen yang aktif sepanjang tahun. Fokus utama harus bergeser pada pencarian bibit unggul, tata kelola administrasi yang tertib, dan program kerja yang terukur berbasis data, bukan sekadar perasaan atau insting.

“Membangun ekosistem olahraga adalah tanggung jawab kolektif antara Pemerintah, KONI, NPCI, Pengkap Cabor, hingga pelatih dan atlet,” pungkas Bupati. Dengan sinergi total dan persiapan matang sejak dini, Gunungkidul optimistis dapat mempertahankan posisi di papan atas dan melahirkan regenerasi atlet yang tangguh bagi masa depan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *