Berdasarkan keterbukaan informasi, Kamis (10/9/2026), manajemen JIHD mengaku tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.
Klarifikasi tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas surat BEI No. S-11358/BEI.PP2/09-2026 tertanggal 4 September 2026 mengenai permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek JIHD.
Manajemen JIHD menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Nomor I-E BEI yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan maupun keputusan investasi investor.
Terkait aktivitas pemegang saham tertentu, perseroan juga mengaku tidak mengetahui pertimbangan yang mendasari transaksi investor di pasar sekunder.
“Perseroan tidak mengetahui informasi mengenai pertimbangan yang mendasari transaksi yang dilakukan oleh investor di pasar sekunder,” jelas manajemen JIHD.
Di sisi lain, manajemen JIHD memastikan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat. Perseroan menyebut tidak ada rencana tindakan korporasi, termasuk yang berpotensi memengaruhi pencatatan saham JIHD di Bursa, setidaknya dalam tiga bulan mendatang.
Manajemen JIHD juga menegaskan tidak mengetahui adanya informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang bersifat material dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perseroan yang belum disampaikan kepada publik.
Dengan demikian, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang dapat menjadi penjelasan atas volatilitas transaksi saham JIHD.
Berdasarkan data BEI, saham JIHD ditutup turun 20 poin atau 4,3% ke level Rp444 per saham pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Sehari sebelumnya, saham JIHD berada di level Rp454 per saham.
Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham JIHD telah turun 20 poin dari Rp464 menjadi Rp444 per saham.
Sementara itu, secara year to date (ytd), saham JIHD telah merosot 126 poin atau 22,1%, dari level Rp570 menjadi Rp444 per saham.





