Foto: dok. PB Djarum
Jakarta,REDAKSI17.COM – Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 sedang berlangsung. Para pebulutangkis muda putri dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan tekad kuat demi meraih Super Tiket.
Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus dihelat di GOR Djarum, Jati, pada Rabu (9/9) hingga Minggu (13/9). Tak kurang, sebanyak 1.601 peserta yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua.
Persaingan di sektor putri menjadi salah satu perhatian Tim Pencari Bakat. Meski jumlah peserta putri tidak sebanyak sektor putra, kualitas permainan yang ditampilkan dinilai cukup menjanjikan.
Legenda PB Djarum sekaligus anggota Tim Pencari Bakat Audisi Umum Bulutangkis 2026, Yuni Kartika, mengatakan timnya harus lebih jeli dalam mengidentifikasi pemain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
“Secara jumlah, atlet putri memang lebih sedikit dibandingkan peserta audisi putra. Maka kami benar-benar harus pintar memperhatikan para atlet yang memiliki potensi. Tapi walaupun jumlahnya sedikit, bukan berarti kualitasnya juga tidak baik,” ujar Yuni.
Menurut Yuni, salah satu hal positif yang terlihat dalam audisi tahun ini adalah kemampuan teknik dasar para peserta yang cukup baik. Selain itu, peserta juga datang dari berbagai daerah sehingga penyebaran bakat di sektor putri terbilang merata.
“Kami melihat satu hal, untuk teknik dasar rata-rata relatif banyak yang sudah baik. Kemudian, penyebaran asal peserta juga cukup merata dan kalau melihat potensi, cukup menggembirakan karena untuk usia paling bawahnya itu (U-11), banyak yang menjanjikan,” jelasnya.
Meski demikian, kemampuan teknis di lapangan bukan menjadi satu-satunya faktor yang akan menentukan masa depan para peserta. Tim Pencari Bakat juga akan melihat berbagai aspek lain dalam proses seleksi berikutnya.
Yuni menjelaskan bahwa aspek fisik dan mental akan menjadi bagian penting dalam penilaian ketika para peserta memasuki fase karantina. Hal tersebut diperlukan untuk memastikan atlet yang terpilih memiliki modal lengkap untuk berkembang menjadi pebulutangkis berprestasi.
“Selain permainan di atas lapangan, nantinya akan ada faktor-faktor lain yang akan bisa dinilai saat fase karantina seperti fisik maupun mental,” tutur Yuni.





