Beranda / Olahraga / Asian Games 2026: Timnas Basket Kalah dari Jepang di Laga Perdana

Asian Games 2026: Timnas Basket Kalah dari Jepang di Laga Perdana

Foto: Dok.Perbasi

Aichi,REDAKSI17.COM – Timnas Basket Putra kalah dari Jepang pada laga perdana Pool A Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Yudha Saputera dkk harus mengakui keunggulan tuan rumah usai takluk 53-98.
Berlangsung di Aichi International Arena, Kamis (10/9/2026), Indonesia memang sudah langsung tertinggal sejak kuarter pertama dengan kedudukan 9-29.

Kondisi itu terus berlanjut hingga kuarter kedua sampai di kuarter penentuan. Meskipun sudah berusaha memangkas ketertinggalan, namun upaya itu belum bisa menghindarkan Indonesia dari kekalahan karena Jepang. Laga ditutup dengan keunggulan tuan rumah 98-53.

Adapun, Lester Prosper menjadi pencetak poin terbanyak untuk Indonesia dengan 13 poin, 4 rebound, dan 1 asis. Disusul kemudian oleh Yudha Saputera dengan catatan 12 poin, 2 rebound, dan 3 asis.

Adapun dari Jepang, Tsuya K menjadi pencetak poin terbanyak dengan 23 poin dan 2 rebound serta 1 asis. Kemudian Kanechika Ren dengan 15 poin, 1 rebound, dan 1 asis.

Dengan kekalahan ini, Indonesia kini posisi keempat klasemen Grup A dengan 1 angka. Sementara Jepang kuasai klasemen dengan 2 poin.

Pada laga berikutnya, Indonesia akan menghadapi Korea Selatan pada Jumat (11/9). Pertandingan berlangsung di Aichi International Arena, pukul 14.00 WIB.

Sempat Terkendala Jemputan Bus

Terlepas dari hasil, Timnas basket putra Indonesia sejatinya sempat mengalami kejadian kurang menyenangkan menjelang pertandingan melawan Jepang.

Bus yang akan ditumpangi atlet-atlet Indonesia sempat mengalami keterlambatan selama 41 menit.

Managing Director Badan Tim Nasional (BTN) Perbasi Jeremy Imanuel Santoso menyayangkan kondisi yang terjadi pada timnya.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini bisa terjadi di hari pertandingan dan di saat kita menuju venue melawan tuan rumah,” kata Jeremy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/9/2026).

“Setelah kita berkomunikasi dengan panitia lokal di athlete village, tampak tidak ada satupun panitia lokal yang dapat memberikan jawaban pasti kenapa bus menjemput kontingen Indonesia alami keterlambatan selama 41 menit,” lanjutnya.

“Seperti kita ketahui, menunggu di bawah halte dengan fasilitas yang seadanya, kursi yang seadanya, tenda di luar hujan gerimis, atlet kita harus menunggu 41 menit.”

“Kita sangat menyayangkan dan kita sudah komunikasikan ini ke pihak CdM dan NOC dan akan memberikan laporan resmi untuk dibahas di CdM meeting di kemudian hari,” ujar Jeremy.

“Kami juga ucapkan berterima kasih atas koordinasi dengan tim CdM dan NOC yang melakukan respons dan solusi yang diberikan atas hambatan yang dialami Timnas,” terang Jeremy.

“Fokus kami saat ini bertanding dan kami sangat sayangkan bahwa tuan rumah Jepang tidak bisa persiapkan hal-hal mendasar yang seharusnya sudah tidak menjadi masalah. Apalagi kita tahu, bagaimana sifat dasar atau kebiasaan orang Jepang terkait waktu, ketepatan waktu dan bagaimana mereka anti telat seperti yang kita mungkin pernah alami atau baca di sosial media,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *