Jakarta,REDAKSI17.COM – Persija Jakarta vs Persib Bandung akan digelar di Gelora Bung Karno. Bobotoh, suporter Maung Bandung, dilarang datang menonton El Clasico BRI Super League itu.
Kepastian ini diumumkan Persija di media sosialnya. Macan Kemayoran meminta pendukung lawan tak nonton langsung ke Jakarta untuk menyaksikan partai yang akan digelar pada Sabtu (12/9) itu.
“PERHATIAN! Kepada seluruh suporter Persib Bandung, dilarang hadir dan memasuki Stadion Utama Gelora Bung Karno pada laga Persija vs Persib, Sabtu, 12 September 2026,” tulis Persija.
“Mohon hormati ketentuan pertandingan dan tidak datang ke stadion. Mari bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas. Dukung tim kebanggaan dari tempat masing-masing,” tutup pernyataan klub.
Sebelumnya imbauan agar Bobotoh tak datang ke Jakarta juga sudah diserukan Persib. Juara bertahan Super League itu meminta pendukungnya tak memaksakan bertandang ke kandang lawan.
“Lebih baik tidak berangkat. Tolong ikuti apa yang kami sampaikan karena ini untuk kebaikan. Biar kita semua bisa menikmati pertandingan dengan tenang, Persib bisa menang dan memberikan kebahagiaan buat Bobotoh,” kata manajer Umuh Muchtar, dikutip dari laman klub.
Aturan soal larangan away sebenarnya sudah dicabut. Direktur I.League Ferry Paulus menilai Indonesia sudah mendapat restu dari FIFA untuk membiarkan suporter bertandang.
Meski begitu, Persija vs Persib dianggap laga bertensi panas. Kehadiran suporter untuk pertandingan semacam itu akhirnya dibatasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kerusuhan misalnya.
“Untuk digarisbawahi, khusus untuk klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi atau terdapat indikasi berdasarkan informasi intelijen, pertandingan tertentu dapat melarang kehadiran suporter away,” jelas Ferry Paulus, Agustus lalu.
“Contohnya seperti Arema FC melawan Persebaya atau Persija melawan Persib. Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir. Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian,” ucapnya.





