Kelompok Suporter Sepak Bola di Yogya Sepakat Jaga Sportivitas dan Kondusivitas

Sleman,REDAKSI17.COM-Menjelang laga PSIM Jogja dan PSS Sleman dalam kompetisi BRI Super League, para suporter dari kedua tim menandatangani komitmen bersama. Komitmen tersebut menjadi langkah bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama kompetisi sepak bola berlangsung di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penandatanganan komitmen bersama digelar di Mapolda DIY, Rabu (16/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pertandingan, mulai dari kelompok suporter, manajemen klub, hingga Match Organizing Committee (MOC) dari masing-masing klub.

Empat kelompok suporter besar di DIY, yakni Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) yang merupakan suporter PSS Sleman, serta Brajamusti dan Mataram Independent atau The Maident sebagai suporter PSIM Yogyakarta, turut menyatakan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kompetisi.

Selain kelompok suporter, komitmen bersama tersebut juga ditandatangani oleh manajer dan MOC dari masing-masing klub.

Dalam komitmen yang dibacakan dan ditandatangani bersama tersebut, seluruh pihak menyatakan kesediaannya untuk menjunjung tinggi sportivitas sepak bola selama kompetisi BRI Super League 2026/2027, khususnya dalam setiap pertandingan yang berlangsung di wilayah DIY.

Penandatanganan komitmen bersama tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Bupati Sleman Harda Kiswoyo, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY, serta jajaran Polda DIY.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan apresiasi kepada Polda DIY yang telah memfasilitasi pertemuan berbagai pihak untuk menyusun kesepakatan bersama dalam menghadapi kompetisi dan pertandingan yang melibatkan PSIM Yogyakarta maupun PSS Sleman.

Menurut Hasto, pertemuan tersebut menjadi langkah penting karena mempertemukan berbagai unsur yang memiliki peran dalam menciptakan suasana pertandingan yang aman dan kondusif.

Hasto menegaskan, kesepakatan yang dibuat tidak hanya melibatkan kelompok suporter. Manajemen klub dan panitia penyelenggara pertandingan juga menjadi bagian penting dari komitmen tersebut.

“Kesepakatan ini tidak hanya dari suporter, tetapi juga dari manajemen klub dan panitia penyelenggara. Semua menjadi bagian dari komitmen yang sudah dibacakan dan ditandatangani bersama,” ujarnya.

Ia berharap penandatanganan komitmen tersebut dapat menjadi awal yang baik bagi PSIM Yogyakarta dan PSS Sleman untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dalam setiap pertandingan selama kompetisi berlangsung.

Komitmen tersebut menjadi langkah bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas selama kompetisi sepak bola berlangsung di wilayah DIY.

Menurut Hasto, rivalitas antara suporter PSIM dan PSS bukan merupakan hal baru. Rivalitas tersebut telah berlangsung sejak lama dan menjadi bagian dari dinamika sepak bola di DIY.

Namun, lanjutnya, rivalitas di dalam sepak bola diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas dan tidak berkembang menjadi tindakan yang mengganggu keamanan maupun ketertiban masyarakat.

“Harapannya ini menjadi awal yang baik bagi kedua tim dan seluruh suporter untuk menjaga kondusivitas di setiap pertandingan. Kita tahu sejarah rivalitas antara suporter PSIM dan PSS sudah berlangsung sejak lama,” katanya.

Hasto menilai semangat kompetisi seharusnya tetap dibangun melalui dukungan kepada tim masing-masing, tanpa menghilangkan rasa saling menghormati antarsuporter.

Sementara itu Perwakilan kelompok suporter The Maident, Rendy Agung, menyatakan pihaknya siap menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama.

Rendy mengatakan, The Maident berkomitmen untuk ikut menjaga kondusivitas selama kompetisi BRI Super League 2026/2027 berlangsung, termasuk ketika PSIM Yogyakarta menjalani pertandingan yang melibatkan suporter.

“Intinya kami berkomitmen menjaga kondusivitas sesuai dengan komitmen yang sudah ditandatangani bersama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Slemania, Tato Indarto. Ia menyatakan Slemania akan menjalankan kesepakatan yang telah ditandatangani bersama dan ikut menjaga keamanan serta ketertiban selama kompetisi berlangsung.

Tato menegaskan bahwa komitmen yang telah dibuat bersama tersebut menjadi pedoman bagi kelompok suporter untuk turut menciptakan suasana pertandingan yang kondusif.

“Kami akan menjalankan kesepakatan yang sudah ditandatangani bersama,” kata Tato.