Beranda / Daerah / Menyemai Inovasi di Tanah Handayani, Mengintip Panggung Anugerah Krenovamaskat Pelita Indah 2026 Gunungkidul

Menyemai Inovasi di Tanah Handayani, Mengintip Panggung Anugerah Krenovamaskat Pelita Indah 2026 Gunungkidul

Gunungkidul,REDAKSI17.COM — Gelaran penganugerahan Anugerah Krenovamaskat Pelita Indah Tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu, (16/9/2026), menjadi panggung pembuktian bagi daya cipta masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Diiringi semangat memperkuat kreativitas guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, ajang ini berhasil menghimpun 149 karya inovatif yang berasal dari ragam lapisan masyarakat.

Mulai dari murid sekolah menengah, guru, tenaga kesehatan, aparatur sipil negara (ASN), hingga warga umum, semuanya saling beradu gagasan demi menghadirkan solusi konkret bagi tantangan pembangunan daera.

Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, melaporkan bahwa lomba Krenovamaskat Pelita Indah merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memupuk budaya riset dan pengembangan.

Agenda ini dirancang guna memotivasi penggalian potensi sumber daya manusia (SDM), sumber daya alam (SDA), serta peningkatan mutu pelayanan publik sekaligus menyusun basis data Indeks Inovasi Daerah.

Kompetisi tahun 2026 ini mengusung tema “Penguatan Kreativitas dan Inovasi Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah” yang terbagi ke dalam tujuh kategori utama:
Inovasi Daerah ASN/OPD: 14 peserta.
Tenaga Kesehatan dan Medis: 6 peserta.
Tenaga Pendidik dan Guru: 24 peserta.
Masyarakat Umum: 18 peserta.
Penelitian & Karya Ilmiah Pelajar SMA/SMK (Olahan Makanan Singkong): 48 peserta.
Penelitian & Karya Ilmiah Pelajar SMA/SMK (Sains Teknologi / TTG Ketahanan Pangan): 15 peserta.
Penelitian & Karya Ilmiah Pelajar SMP Sederajat (Lestari Handayani): 24 peserta.

“Proses penjurian dilakukan secara marathon selama tujuh hari tujuh malam oleh tim juri independen yang terdiri atas perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), akademisi, pelaku UMKM, serta tokoh masyarakat.” papar Johan.

Dari total 149 pendaftar, dewan juri menetapkan 39 nominator terbaik yang berhak menerima penghargaan berupa tropi, piagam, dan uang pembinaan dengan total senilai Rp80,5 juta. Pendanaan acara disokong oleh APBD Kabupaten Gunungkidul TA 2026 serta dukungan Bank BPD DIY Cabang Wonosari, PT BPR Bank Daerah Gunungkidul, Herbal Rasani, dan Omah Cantik.

Bupati Gunungkidul, Ibu Endah Subekti Kuntariningsih, meninjau langsung stan karya para peserta. Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa sebuah inovasi sejati wajib memiliki unsur kebaruan (novelty), keharusan terencana dengan baik, serta keberadaan kekhasan yang memberi manfaat nyata. Bupati secara tegas menolak gagasan yang hanya sekadar menjiplak karya lain atau sekadar menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) rutin pemerintahan.

Mengutip pesan proklamator Bung Karno, Bupati mengingatkan: “Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri yang akan dapat berdiri dengan berdikari”. Bupati menegaskan agar hasil riset dan inovasi yang menang tidak berhenti sebagai pajangan di lemari trofi, melainkan wajib diterapkan dan dikembangkan di tengah masyarakat demi menggerakkan roda ekonomi.

Berbagai karya yang meraih penghargaan menunjukkan keberhasilan para inovator lokal dalam memanfaatkan potensi daerah dan menjawab isu-isu krusial Gunungkidul.

Salah satu yang menarik yakni penggunaan teknologi tepat guna hemat air menjadi sorotan, seperti Smart Green Irrigation System dari SMKN 1 Ponjong, sistem irigasi kabut pemanen air hujan, teknologi galon sumbu untuk hortikultura, hingga studi pemanfaatan lahan kapur kosong di perbukitan Rongkop untuk budidaya Cabai Jawa karya siswi SMPN 1 Rongkop.

“Penyelenggaraan Anugerah Krenovamaskat Pelita Indah 2026 menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam memfasilitasi dan mengawal iklim inovasi berkelanjutan.” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan arahan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran dinas diinstruksikan untuk mendampingi serta memadukan karya-karya inovatif ini ke dalam program pembangunan daerah secara riil. Melalui sinergi antara pelajar, akademisi, ASN, dan masyarakat, inovasi tidak lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan mesin penggerak menuju Gunungkidul yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *