
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Satuan Brimob (Sat Brimob) Polda DIY secara resmi memulai proyek pembangunan rumah dinas bagi personel Batalyon C Pelopor di Kapanewon Tanjungsari, Selasa, (22/9/2026). Acara ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dihadiri oleh jajaran pejabat kepolisian, pemerintah daerah, dan pihak kontraktor.

Pembangunan ini mencakup 18 unit rumah dinas yang berdiri di atas lahan seluas 18.000 meter persegi. Unit-unit tersebut terbagi menjadi dua tipe, yakni 8 unit tipe 50 dan 10 unit tipe 36. Proyek ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada Desember 2026.
Direktur PT Wilwa Abiasa Sejahtera selaku kontraktor pelaksana, Fajar Amrullah, melaporkan bahwa pekerjaan saat ini menunjukkan progres yang positif. Hingga saat ini, pembangunan tipe 50 telah mencapai deviasi surplus sebesar 2,547%, sementara tipe 36 mencapai deviasi plus 0,15%. “Kami akan berusaha sebelum Desember (2026) sudah bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan menambah tenaga kerja dan memastikan suplai bahan baku lancar,” ujar Fajar.
Dalam sambutannya, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda DIY saat ini dijabat oleh Kombes Pol. Gunawan Tri Laksono, S.I.K., menekankan bahwa penyediaan rumah dinas ini merupakan langkah strategis Polri untuk mendukung fasilitas bagi personel beserta keluarga mereka. Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan satuan dalam menjalankan tugas-tugas operasional yang menuntut mobilitas tinggi.
“Tugas Brimob menuntut kesiapsiagaan tinggi, baik dalam pengamanan, penanggulangan gangguan kamtibmas, SAR, maupun penanganan bencana,” tegas Kombes Pol. Gunawan.
Sementara itu, Kapolda DIY, Irjen. Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K. juga memberikan instruksi tegas kepada konsultan perencana dan pengawas agar bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga harus mengutamakan kualitas bangunan yang layak.
Selain aspek teknis, Kapolda berharap proses pembangunan tetap memperhatikan lingkungan sekitar dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. “Jangan sampai kegiatan pembangunan menimbulkan gangguan yang tidak diharapkan. Jika ada kendala, segera dikoordinasikan,” tambahnya.
Acara tersebut diakhiri dengan apresiasi kepada seluruh stakeholder, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah, yang telah mendukung terwujudnya pembangunan fasilitas ini demi kelancaran tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


