Ajak Xi Jinping Tur Gedung Putih, Trump Tunjukkan Foto Tanda Tangan Biden (Foto: dok. X Gedung Putih)
Jakarta,REDAKSI17.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajak Presiden China Xi Jinping untuk berkeliling Gedung Putih. Di hadapan Xi Jinping, Trump sempat menunjukkan foto mantan Presiden AS Joe Biden yang diganti dengan foto autopen atau tanda tangan Biden.
Dilihat detikcom melalui akun X resmi Gedung Putih, @Whitehouse, Jumat (25/9/2026), Trump memperlihatkan Presidential Walk of Fame yang legendaris kepada Presiden Xi. Diketahui, Trump memang mengganti foto wajah Joe Biden dengan foto tanda tangan autopen di galeri yang terletak di sepanjang koridor luar Gedung Putih tersebut.
Saat berkeliling, Trump sempat menunjukkan potrait para Presiden AS terdahulu, akan tetapi tidak ada wajah Biden di foto tersebut, melainkan foto tanda tangan mantan Presiden AS tersebut. Diketahui, sebagai ganti wajah Biden, Trump memasang foto mesin autopen atau alat pencetak tanda tangan otomatis yang sedang menandatangani dokumen.
Dalam video yang diunggah di akun Gedung Putih tersebut, Trump menunjuk ke arah bingkai dan berseloroh kepada Xi Jinping. Ia menyebut bahwa autopen tersebut adalah Biden.
“Ini autopen (mesin autopen)… ini tanda tangan Biden,” kata Trump, disambut tawa oleh Xi Jinping dan rombongannya.
Dilansir Guardian, pada September 2025 lalu, Trump menambahkan “Presidential Walk of Fame” atau Jalur Kehormatan Presiden di bagian luar Gedung Putih. Galeri tersebut menampilkan potret setiap panglima tertinggi (presiden) sebelumnya, kecuali satu orang, yaitu Joe Biden.
Alih-alih menampilkan foto wajah Joe Biden, Trump justru memasang foto alat penandatangan otomatis atau autopen yang sedang membubuhkan nama Biden. Hal ini merupakan sindiran terhadap tuduhan Trump yang berulang kali menyebut bahwa mantan presiden itu sudah pikun di akhir masa jabatannya dan bukan sosok yang sebenarnya mengambil keputusan.
Tindakan mengabaikan ini merupakan upaya terbaru Trump untuk mendelegitimasi pendahulunya yang kerap ia rendahkan, termasuk di hadapan lebih dari 100 pemimpin dunia pada hari Selasa dalam pertemuan Majelis Umum PBB. Trump tidak pernah mengakui kekalahannya dari Biden dalam pemilihan umum 2020, dan justru secara keliru mengaitkan hasil tersebut dengan kecurangan pemilih.
Sementara itu dilansir Anadolu, Trump dan Xi Jinping melakukan pertemuan bilateral di Gedung Putih pada Kamis. Mereka membahas isu keamanan, perdagangan dan teknologi.
Pertemuan tersebut diawali dengan upacara penyambutan militer yang menampilkan atraksi pesawat pengebom siluman B-2 dan pesawat tempur yang diyakini sebagai jenis F-22, diiringi musik dari korps musik militer serta pengibaran bendera AS dan Tiongkok secara berselang-seling.
Ibu Negara AS Melania Trump dan Ibu Negara Tiongkok Peng Liyuan juga turut bergabung dengan kedua pemimpin tersebut di Ruang Oval.
Setelah pertemuan empat mata mereka, Trump dan Xi bergabung dengan tim masing-masing di Ruang Kabinet Gedung Putih.
Menjelang pembicaraan resmi tersebut, Trump menyatakan, kedua negara “telah berupaya mendorong hubungan perdagangan yang lebih seimbang, termasuk akses pasar baru bagi para petani dan peternak Amerika.”
Ia menambahkan bahwa pembicaraan tersebut juga akan membahas “isu-isu mendesak terkait keamanan, teknologi, dan kecerdasan super superintelligence.
Trump Sambut Xi Jinping
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut langsung Presiden China Xi Jinping di bandara yang dinilai sebagai gestur langka menandai dimulainya kunjungan kenegaraan penuh seremoni. Kunjungan ini bertujuan meredakan ketegangan antara kedua negara adidaya terkait berbagai isu, mulai dari kecerdasan buatan (AI) dan perdagangan hingga masalah Iran.
Dilansir AFP, Kamis (24/9/2026), Trump dan Ibu Negara Melania berjabat tangan dengan Xi dan istrinya, Peng Liyuan, setelah Xi turun dari pesawatnya di Joint Base Andrews, pangkalan udara militer AS di luar Washington.
Trump, yang mengenakan mantel panjang dan sarung tangan, serta Xi kemudian berdiri berdampingan di landasan pacu diiringi musik dari korps musik militer, sebelum dua pesawat pengebom B-1 melakukan atraksi terbang lintas atau flyover yang menderu keras.
Sambutan langsung penghormatan di bandara ini tidak didapatkan Trump saat ia mengunjungi Beijing pada bulan Mei lalu. Rangkaian kunjungan Xi diisi dengan acara megah selama tiga hari, mencakup atraksi terbang lintas lainnya serta jamuan kenegaraan di Gedung Putih.
Penyambutan Xi dan Ibu Negara turut ditampilkan enam jet tempur F-22 dan enam jet F-16 berjajar di landasan pacu, sementara para pejabat AS berjejer di dekat karpet merah menyambut pemimpin China tersebut.





