Beranda / Ekonomi dan Bisnis / Saham GOTO-DADA Anjlok Usai Batas Saham Gocap Dihapus

Saham GOTO-DADA Anjlok Usai Batas Saham Gocap Dihapus

Jakarta,REDAKSI17.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun dari level Rp 50 alias gocap pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (28/9/2026). Penurunan tersebut terjadi seiring penghapusan batas minimum harga gocap menjadi Rp 1 per saham.

Berdasarkan data RTI Business, GOTO terpantau turun hingga Auto Reject Bawah (ARB) sebesar 14% ke level Rp 43 per saham pagi ini sekitar pukul 09.15 WIB. Saham GOTO diketahui tidak bergerak dari level Rp 50 sekitar tiga bulan terakhir perdagangan.

Volume perdagangan saham GOTO pagi ini tercatat sebanyak 59,45 juta dengan transaksi sebesar Rp 2,56 miliar. Frekuensi saham yang diperdagangkan pagi ini mencapai 2.562 kali.

Saham GOTO tercatat melemah 14% sepanjang perdagangan tiga bulan terakhir. Sementara jika diakumulasi sepanjang tahun 2026, GOTO melemah 32,81%.

Selain itu, emiten yang terkenal sebagai saham investor ritel juga anjlok pagi ini. Saham tersebut adalah PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) yang saat ini tercatat melemah 14% ke harga Rp 43 per saham.

Saham tersebut diketahui mentok pada level gocap sepanjang tahun 2026. Kini, DADA melemah 14% sepanjang tahun ini.

Selain itu, saham milik pengusaha Hari Tanoesoedibjo juga ikut terpeleset dari harga Rp 50. Saham tersebut adalah PT Bank MNC International Tbk (BABP) yang tercatat melemah 14% ke harga Rp 43 per saham.

Sebagai informasi, BEI hari ini resmi menghapus batas minimum harga saham Rp 50 menjadi Rp 1. Langkah ini dilakukan untuk memberi likuiditas terhadap saham-saham dimaksud dan mendorong pembentukan harga yang lebih wajar.

“Sebagian besar dari saham yang saat ini ada di harga Rp 50 adalah saham-saham yang tidak likuid. Jadi tentu tujuannya adalah untuk memberikan likuiditas kepada investor yang selama ini tidak bisa mendapatkan likuiditas dari saham-saham tersebut, itu tujuan utamanya. Dan yang kedua adalah price discovery, pembentukan harganya adalah di harga yang lebih wajar,” ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *