Beranda / Politik / PAN, PKB dan Demokrat Jadi Target Utama Deklarasi Jokowi usai Gabung PSI

PAN, PKB dan Demokrat Jadi Target Utama Deklarasi Jokowi usai Gabung PSI

Jakarta,REDAKSI17.COM – Pernyataan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo (Jokowi) bahwa partainya sudah mulai membuat banyak pihak ketakutan dinilai memiliki sasaran politik tertentu, salah satunya adalah merebut posisi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrat.

Pengamat Politik Ray Rangkuti menyebut partai-partai yang berada di sekitar ambang batas parlemen berpotensi menjadi pihak yang perlu memperhatikan perkembangan PSI. PAN, PKB dan Demokrat sendiri dinilai sebagai partai yang dapat menghadapi persaingan lebih ketat apabila parliamentary threshold pemilu mendatang meningkat.

Ray menilai salah satu petunjuk penting dari pernyataan dari Jokowi. Ia diketahui secara berulang menyatakan dirinya tidak khawatir jika parliamentary threshold ditetapkan pada angka 5, 6, 7, bahkan 8 persen.

Bagi Ray, keberanian mantan presiden tersebut menyebut angka tersebut menunjukkan bahwa ia dan partainya tengah mempersiapkan diri menghadapi persaingan dengan ambang batas yang lebih tinggi.

“Kalau ke partai, saya kira khususnya ini ke partai-partai dengan basis di bawah 8 persen. Kenapa? Karena, lihat tadi tuh pidato Pak Jokowi. Kan mau naik parliamentary threshold-nya 5 persen, oke. 6 persen, oke. 7 persen, oke. 8 persen, oke. Di situ Pak Jokowi berhenti,” ujar Ray, dikutip Selasa (29/9/2026).

Ray kemudian menarik kesimpulan bahwa angka 8 persen bisa menjadi salah satu target politik yang ingin dicapai PSI.

“Artinya, mungkin target yang ingin dicapai oleh partai ini adalah di 8 persen,” katanya.

Menurut Ray, jika ambang batas parlemen benar-benar meningkat, persaingan bagi partai-partai yang perolehan suaranya berada di bawah angka tersebut akan semakin berat.

“Nah, kalau 8 persen yang mau ditarget, itu artinya partai seperti Demokrat, PAN dan PKS. Itu bisa tersapu, bisa keambil tuh,” tutur Ray.

Adapun Jokowi sebelumnya menyampaikan pernyataan mengejutkan dalam Rakorda Partai Solidaritas Indonesia Kota Bandung. Ia meminta kader partai tersebut tidak gentar menghadapi persaingan politik.

“Karena meskipun kita ini partai baru, tetapi sekarang ini sudah banyak yang ketakutan,” kata Jokowi.

Jokowi bahkan meminta kader percaya bahwa partai tersebut mampu berkembang menjadi partai besar di Indonesia.

“Ini partai baru, tapi juga hati-hati, ini akan menjadi partai besar. Kita harus meyakini itu,” ujar Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *