Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Gelaran bergengsi Lari Perkotaan YKC10K 2027 akan kembali digelar pada Minggu, 10 Januari 2027 mendatang. Pemda DIY bersama Dinas Pariwisata DIY mendukung kegiatan ini dengan menyediakan Kompleks Kepatihan, Kantor Gubernur DIY, sebagai lokasi start dan finish.
Direktur CV Jorace Sport Organizer, Septyadi Pityanta dalam konferensi pers di Cosan Sagan, Yogyakarta, Senin (28/09) menjelaskan, YKC10K 2027 akan berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Pelaksanaan ajang edisi ketiga ini menawarkan tantangan berupa Cut Off Time (COT) 70 menit. Penerapan aturan baru ini menjadikan YKC10K sebagai salah satu lomba lari 10 kilometer dengan batas waktu terketat di Indonesia.
“Selain itu, kami juga secara khusus membatasi kategori peserta hanya untuk Warga Negara Indonesia (WNI)saja kali ini. Hal ini kami lakukan guna memberikan wadah kompetisi, serta sebagai bentuk apresiasi bagi para pelari dalam negeri,” ungkapnya.

Septyadi mengatakan, aturan batas waktu yang ketat ini diharapkan mampu semakin mendorong para peserta untuk menjalani program latihan yang lebih terukur, sebelum turun di lintasan. Penerapan aturan ini dilakukan berdasarkan catatan evaluasi dua penyelenggaraan sebelumnya, yang menunjukkan peningkatan kecepatan peserta yang signifikan.
“Rata-rata waktu finish peserta tercatat di angka 59 menit 8 detik pada edisi 2025, dan makin tajam menjadi 58 menit di edisi 2026, dengan tingkat keberhasilan finish mencapai 91,84%. Kehadiran aturan COT yang ketat ini terbukti membangun kebiasaan berlatih terencana di kalangan komunitas pelari tanah air,” ujarnya.
Terkait dukungan Pemda DIY dan Dinas Pariwisata DIY melalui penyediaan ruang di Kompleks Kepatihan, menurut Septyadi bertujuan untuk mendorong potensi sport tourism dan perekonomian daerah. Pada edisi 2027, kuota peserta pun telah ditetapkan 1.500 pelari. Angka ini naik dari 500 peserta pada 2025 dan 1.000 peserta pada tahun 2026.
“Sebanyak 50%-70% peserta diproyeksikan berasal dari luar DIY, yang diharapkan memberi dampak pada sektor perhotelan, transportasi, kuliner, dan objek wisata. Apalagi daya tarik yang ditawarkan ada pada rute lari yang melintasi lanskap bersejarah pusat Kota Yogyakarta, mulai dari Kawasan Titik 0KM, Ngabean, Pojok Beteng, hingga Jalan Malioboro,” imbuhnya.

Septyadi pun menekankan pentingnya menjaga standar lomba yang kompetitif, namun tetap aman bagi seluruh peserta di bawah naungan dukungan pemerintah daerah. Untuk mengimbangi penambahan kuota peserta, panitia juga akan melakukan penataan ulang alur (redesign flow) di area Kompleks Kepatihan, guna menjamin kenyamanan dan keselamatan para pelari.
“YKC10K harapannya menjadi event yang baik guna mengakomodasi penghobi, atlet, atau siapapun yang ingin berlari dengan kencang dan aman. Di sisi lain, ajang ini menjadi sport tourism yang harapannya bisa terus digelar dan menjadi event lari ikonik Yogyakarta,” ujar Septyadi.
Sementara itu, CEO KAYANA Group, Dian Isnawati mengapresiasi fasilitasi dari Pemda DIY dan Dinas Pariwisata DIY yang mendukung tumbuh berkembangnya ajang ini di pusat pemerintahan. Ia menjelaskan, YKC10K berawal dari sebuah gagasan idealis yang kini berkembang menjadi ruang selebrasi atas kerja keras para pelari Indonesia. “Vibes dari Jogja betul-betul kita sajikan yang terbaik. Kita jadikan YKC10K ini sebagai sesuatu yang disediakan dari Jogja untuk Indonesia,” kata Dian.

Sebagai informasi, YKC10K 2027 juga menghadirkan official jersey hasil kolaborasi bersama SUVS Athletic, merek apparel olahraga lokal Yogyakarta. Jersey yang disediakan mengusung desain simpel dan berbahan premium, serta dilengkapi material reflektif (polyflex) untuk menjaga visibilitas dan keselamatan pelari saat melintasi rute kota pada pagi hari. Pendaftaran YKC10K 2027 sendiri akan dibuka secara daring mulai Selasa, 29 September 2026 pukul 19.00 WIB melalui situs ykc10k.run, dengan biaya Rp425.000.
HUMAS DIY





