Beranda / Daerah / Industri Pariwisata DIY Didorong Optimalkan Teknologi Digital dan AI

Industri Pariwisata DIY Didorong Optimalkan Teknologi Digital dan AI

Yogyakarta,REDAKSI17.COM – Perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence dinilai perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung promosi dan pengembangan industri pariwisata di DIY. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (DPD PUTRI) DIY, GKR Bendara dalam acara peringatan World Tourism Day 2026: “Transformasi Ekosistem Pariwisata DIY di Era Digital dan Artificial Intelligence” pada minggu (27/09) di  Phytagoras Hall Taman Pintar Yogyakarta.

Dalam paparannya, GKR Bendara mengungkapkan bahwa hadirnya perkembangan teknologi digital dan artificial intelligence mempermudah manusia dalam memenuhi kebutuhannya, termasuk dalam sektor pariwisata. Hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar generasi milenial dan Gen Z mencari rekomendasi destinasi wisata melalui media sosial.

“Dan data survei dari Agoda Indonesia, hampir dari setengah wisatawan DIY itu aktif mencari inspirasi perjalanan melalui media sosial didominasi oleh Instagram dan Tiktok,” ujar GKR Bendara.

Melihat hal tersebut, GKR Bendara meminta kepada segenap travel agent dan pengelola tempat wisata agar bisa mengoptimalkan media sosial untuk menarik minat pengunjung dengan belajar membuat konten yang menarik serta meningkatkan engagement. Menurutnya, di DIY, masih banyak tempat wisata yang belum sepenuhnya mengoptimalkan media sosial dalam mempromosikan tempatnya. Ke depan, diharapkan adanya kolaborasi lebih lanjut antara Dinas Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) DIY dalam meningkatkan promosi potensi destinasi wisata yang ada di DIY.

Permintaan tersebut disambut baik oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto yang juga menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut. Eling menyampaikan bahwa pihaknya telah mengunjungi tempat yang belum banyak terekspos oleh media, yang sedang dalam proses perencanaan untuk segera diperkenalkan melalui teknologi digital agar dapat segera dikenal publik secara luas.

Eling menambahkan, ke depannya promosi pariwisata juga akan turut menginformasikan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki setiap destinasi wisata sebagai ciri khasnya. “Jika kita bicara DNA-nya, itu hanya sebagai alat untuk mempromosikan. Tapi disisi lain, budayanya sendiri merupakan daya strategis yang kita punya untuk mengembangkan industri pariwisata,” tegas Eling.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Eling mengajak Diskominfo untuk dapat bekerja sama mengenalkan potensi wisata dan budaya lokal dengan memanfaatkan teknologi digital dan artificial intelligence. Rencana promosi tersebut diharapkan dapat turut mendorong dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Diskominfo DIY, HET Wahyu Nugroho menerima dengan baik ajakan kolaborasi dari pihak Dinas Pariwisata. Menurutnya, Diskominfo berperan sebagai penguat dalam meningkatkan pelayanan sektor pariwisata. Hal tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya perluasan akses konektivitas digital serta pengadaan CCTV di beberapa destinasi wisata guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan.

“Paling tidak ada dua hal yang bisa kami lakukan yaitu dengan pembangunan infrastruktur jaringan internet serta peningkatan pelayanan komunikasi publik di DIY,” ujarnya.

Dengan mengembangkan jaringan internet hingga ke pelosok daerah, Wahyu optimistis hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk sektor pariwisata. “Jadi, salah satu yang kami lakukan terkait komunikasi publik adalah pengadaan jaringan internet di wilayah pegunungan Gunungkidul guna mendukung peningkatan layanan digital,” tambah Wahyu.

Humas Pemda DIY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *