Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menargetkan DPC PPP Surabaya mampu membentuk 1 fraksi di DPRD Kota Surabaya pada Pemilu 2029. Foto: Istimewa A A A
SURABAYA,REDAKSI17.COM – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menargetkan DPC PPP Surabaya mampu membentuk 1 fraksi di DPRD Kota Surabaya pada Pemilu 2029. Target itu didukung dengan penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput dan peningkatan kerja elektoral. Mardiono mengatakan bahwa Surabaya memiliki lima daerah pemilihan (dapil). Karena itu, dia menargetkan setiap dapil dapat diisi oleh kader PPP untuk memperbesar peluang perolehan kursi pada Pemilu 2029.
“Target di Surabaya satu fraksi. Kita kan ada lima dapil, minimal satu dapil harus terisi semua. Mudah-mudahan ada yang bisa terisi dua,” ujar Mardiono saat menghadiri Sarasehan Kader PPP Surabaya di Kantor DPC PPP Surabaya, Jawa Timur, Minggu (4/10/2026).
Dia menilai target tersebut memiliki modal yang cukup kuat. Salah satunya terlihat dari peningkatan perolehan suara PPP Surabaya pada Pemilu 2024. Menurutnya, peningkatan suara tersebut menunjukkan masih adanya kepercayaan masyarakat terhadap PPP. “Perolehan suara di Pemilu 2024 meningkat. Artinya, ini jawaban bahwa rakyat percaya. Ke depan akan kita terus tingkatkan pelayanan terhadap masyarakat,” ujarnya.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan tersebut, Mardiono meminta semua kader PPP aktif turun ke lapangan. Kader diminta hadir untuk memahami sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. “Kader harus terus turun ke lapangan untuk menjadi solusi, menjawab persoalan yang terjadi di tengah-tengah rakyat. Memberikan solusi, mencari jalan keluar,” ujarnya.
Mardiono juga mengapresiasi kepengurusan PPP Surabaya yang dinilainya solid dan agresif. Dia berpendapat bahwa salah satu ukuran keberhasilan kepengurusan partai adalah kerja elektoral yang dilakukan secara konsisten. “Kepengurusan sekarang bagus, solid, dan agresif. Bukti kepengurusan yang baik adalah kerja elektoral,” pungkasnya.





