UMBULHARJO,REDAKSI17.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta menargetkan sekitar 60.000 pengunjung akan memadati kawasan Malioboro untuk menyaksikan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 yang akan digelar pada hari Rabu (7/10). Event tersebut menjadi bagian dari puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Kota Yogyakarta.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru Budi Purwanto mengatakan, WJNC tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-10 dan memiliki keistimewaan karena digelar di kawasan Malioboro. Parade akan dimulai dari halaman Gedung DPRD DIY dan menampilkan pertunjukan utama di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta.
“WJNC tahun ini istimewa karena lokasinya berada di kawasan Malioboro. Start dari DPRD DIY, kemudian display berada di Titik Nol Kilometer dan jalurnya keluar melalui Jalan Senopati serta Jalan KH Ahmad Dahlan,” jelas Zandaru dalam Jumpa Pers WJNC 2026, yang telah berlangsung di Ruang Yudhistira Balaikota Yogyakarta, Senin (5/10).
Gelaran WJNC 2026 mengangkat tema Gana Kalajaya dengan melibatkan 14 kemantren se-Kota Yogyakarta. Masing-masing kemantren akan menampilkan tokoh pewayangan melalui kostum, seni tari, properti pendukung, serta musik.
Selain peserta dari Kota Yogyakarta, WJNC juga akan dimeriahkan tujuh delegasi luar daerah, yakni Kabupaten Bantul, Kota Magelang, DKI Jakarta, Kota Mojokerto, Kabupaten Sleman, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Ponorogo.
Zandaru berharap, WJNC kembali masuk dalam jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara (KEN). Kota Yogyakarta sebelumnya pernah masuk dalam jajaran tersebut pada 2023 dan 2024.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru Budi Purwanto saat diwawancarai usai Jumpa Pers Senin (5/10).

“Kami berharap dengan gelaran ini WJNC kembali masuk dalam Top 10 event terbaik nasional. Ini juga akan mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Yogyakarta,” katanya.
Pemkot Yogyakarta menargetkan 11 juta kunjungan wisatawan pada 2026. Selain jumlah kunjungan, target sektor pariwisata juga mencakup belanja wisatawan sekitar Rp2,3 juta dan rata-rata lama tinggal 1,78 hari. “Dengan adanya WJNC ini kami optimistis target tersebut bisa terpenuhi dan kemudian menyumbang peningkatan pendapatan daerah dari sektor pariwisata,” imbuhnya.
Ia menyebut geliat kunjungan wisatawan dan okupansi hotel di Kota Yogyakarta mulai terasa seiring berbagai kegiatan yang digelar dalam rangkaian HUT ke-270 Kota Yogyakarta, termasuk Malioboro Run dan Simponi 1001 Gamelan. “Kami berharap dalam rangkaian sampai selesainya HUT Kota, teman-teman hotel dan restoran juga mendapatkan dampak positif dari sisi pengunjung,” ujarnya.
Untuk memberikan kenyamanan bagi puluhan ribu penonton, Pemkot Yogyakarta menyiapkan tujuh titik layar LED di sejumlah lokasi di kawasan Malioboro. Layar tersebut menjadi alternatif bagi pengunjung agar tidak seluruhnya terkonsentrasi di Titik Nol Kilometer.
“Harapannya ketika kita pindah ke Malioboro ini bisa memberikan kenyamanan untuk menonton, karena area yang bisa digunakan wisatawan dan pengunjung cukup panjang,” jelasnya.

Event ini dimeriahkan dengan penampilan dari 14 Kemantren hingga partisipan dari luar Kota Yogyakarta serta bintang tamu pilihan.

Selain itu, panitia menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung seperti pos medis, toilet, masjid, tempat sampah terpilah, serta titik parkir. Peta lokasi fasilitas juga akan dipasang di beberapa titik kawasan Malioboro untuk memudahkan pengunjung.
Pemkot juga menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan, vegetasi, fasilitas publik, serta ketertiban selama acara berlangsung. Pengunjung diminta menggunakan kantong parkir resmi dan mengikuti arahan petugas.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudho mengatakan, aspek keamanan dan kesehatan menjadi perhatian dalam pelaksanaan WJNC 2026. Mengingat jumlah penonton diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, pengamanan terbuka maupun tertutup disiapkan bersama kepolisian dan Satpol PP.
“Karena berkumpulnya masyarakat dalam satu titik, kami menghimbau pengunjung tetap waspada terhadap barang bawaannya. Kami ingin masyarakat datang untuk bergembira dan menikmati acara dengan aman,” ungkapnya.

Berikut layout event WJNC #10.

Dari sisi kesehatan, sejumlah pos medis juga disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila terdapat pengunjung yang membutuhkan pertolongan. Selain pos medis, patroli mobil juga akan dilakukan di sekitar kawasan acara untuk mendukung pengamanan jalur dan parkir.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan kantong parkir untuk mendukung pelaksanaan WJNC.
Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Keselamatan Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Hary Purwanto mengatakan, sejumlah lokasi parkir disiapkan untuk pengunjung, peserta, panitia, maupun tamu undangan.
Untuk pengunjung dari sisi barat, kantong parkir disiapkan di kawasan Ngabean dan Jalan KH Ahmad Dahlan. Sementara dari sisi timur disiapkan di Jalan Suryotomo, Jalan Mataram, serta sejumlah sirip jalan di kawasan Malioboro. Tempat Khusus Parkir (TKP) eks Menara Kopi juga disiapkan di sisi utara.
Dishub juga menyiapkan 10 titik pos pengaturan dengan sekitar 70 personel untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan pengawasan parkir. “Untuk penutupan arus pada tanggal 7 Oktober akan kami mulai pukul 13.00 WIB dari kawasan utara, sekitar Hotel The Margo dan Hotel Grand Inna Malioboro. Kendaraan yang akan memasuki Malioboro akan dialihkan melalui Jalan Pasar Kembang,” jelas Hary.
Pemkot Yogyakarta mengajak masyarakat dan wisatawan yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta fasilitas publik selama WJNC berlangsung.
“Ini adalah wajah utama Kota Yogyakarta. Karena itu seluruh OPD akan melakukan persiapan secara detail agar pelaksanaan WJNC 2026 berjalan aman, tertib, nyaman dan memberikan pengalaman yang baik bagi masyarakat maupun wisatawan,” imbuhnya.