
Gunungkidul,REDAKSI17.COM – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Pendhopo Kalurahan Ngipak, Kapanewon Karangmojo, Senin, (05/10/2026) saat seluruh elemen masyarakat berkumpul memperingati Hari Jadi Kalurahan Ngipak ke-106. Perayaan usia lebih dari satu abad ini tidak sekadar menjadi momentum pesta rakyat, melainkan wadah refleksi sejarah sekaligus pembuktian semangat kebudayaan warga yang tetap lestari di bumi Gunungkidul.

Peringatan hari jadi tahun ini diwarnai oleh beragam kegiatan masyarakat yang inklusif dan menyentuh berbagai lini kehidupan. Ketua Panitia Penyelenggara, Sigit Saptama, menjelaskan bahwa rangkaian acara telah bergulir sejak sepekan sebelumnya melalui prosesi ziarah ke makam para leluhur dan mantan pamong kalurahan. Ziarah ini dilaksanakan sebagai wujud penghormatan atas jasa para perintis desa.
Tak hanya agenda spiritual, kemeriahan warga juga dipicu oleh deretan kegiatan kemasyarakatan, mulai dari Pasar Raya UMKM, senam dan jalan sehat bersama, skrining kesehatan gratis, hingga turnamen olahraga bola. Nilai keharmonisan sosial dan keagamaan pun diperkuat melalui doa lintas agama demi mengokohkan kerukunan antarumat, yang dilanjutkan dengan pengajian siraman rohani.

Di panggung kebudayaan, gema alunan musik tradisional menyamai antusiasme warga saat menyaksikan pentas seni jatilan dan kesenian lokal khas wilayah Ngipak. Pementasan seni ini mendapatkan dukungan melalui Dana Keistimewaan DIY yang disalurkan via Kundha Kabudayan Kabupaten Gunungkidul. Sebagai puncaknya, kemeriahan ditutup dengan pagelaran wayang kulit pada malam harinya.
Dalam sambutannya, Lurah Kalurahan Ngipak, Bambang Setiawan, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, jajaran Kepala Dinas, Panewu Karangmojo, Kapolsek, Danramil, serta para tokoh masyarakat lintas generasi. Lurah Bambang menegaskan komitmen pemerintah desa untuk selalu memegang teguh pesan “Jas Merah” (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah).
“Bentuk nyata penghormatan tersebut Kami wujudkan dengan mengundang secara khusus para mantan pimpinan, penewu sepuh, dan pamong sepuh desa.” ujarnya. Menurut Lurah Bambang, tanpa fondasi dan bimbingan para pendahulu, Kalurahan Ngipak tidak mungkin dapat berdiri kokoh hingga saat ini.
Pada perayaan yang bertepatan dengan tanggal 5 Oktober tersebut, pemerintah kalurahan juga menyampaikan ucapan selamat HUT TNI ke-81 serta harapan kelanjutan program TMMD di wilayah Ngipak. Selain itu, acara ini diselaraskan dengan peringatan HUT ke-196 Kabupaten Gunungkidul yang mengusung slogan “Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine”.
Suasana pendapa terasa kian syahdu ketika kelompok karawitan Srikandi Kayu Manis 1 melantunkan gending persembahan khusus karya pendamping kebudayaan, Joko Trilaksana dari ISI Yogyakarta, yang dirancang khusus sebagai ungkapan penghormatan bagi Bupati Gunungkidul.
Hadir memberi pengarahan, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan apresiasi tinggi atas perjalanan panjang Kalurahan Ngipak yang telah menapak usia 106 tahun Dalam amanatnya, Bupati mengupas makna mendalam di balik sesanti “Sengguh Tan Mingkuh” yang menjadi tema utama peringatan.
Bupati memaparkan bahwa “Sengguh” melambangkan watak percaya diri, mantap, serta memiliki harga diri luhur sebagai bentuk kepribadian bangsa. Sedangkan “Tan Mingkuh” mengandung arti pantang mundur atau lari saat menghadapi tantangan dan perubahan zaman, melainkan tetap berani, tanggon, dan penuh tanggung jawab.
Mengutip doktrin perjuangan Bung Karno, Bupati mengingatkan bahwa kemajuan dan kebebasan sejati lahir dari perasan keringat, kerja keras, serta persatuan masyarakat yang konsisten. Bupati menekankan pentingnya ajaran “satunya kata dan perbuatan” dalam membangun desa, melestarikan warisan budaya, dan menggerakkan potensi ekonomi lokal demi terwujudnya masyarakat Gunungkidul yang adil, makmur, dan berkeadaban.
Peringatan Hari Jadi ke-106 Kalurahan Ngipak berhasil menegaskan kembali bahwa kekuatan utama desa terletak pada kebersamaan dan penghormatan terhadap akar sejarahnya. Dengan berlandaskan semangat kebudayaan dan gotong royong, warga Kalurahan Ngipak bersiap melangkah memasuki abad baru dengan penuh percaya diri dan rasa optimisme.


