
KULON PROGO,REDAKSI17.COM — Maraknya ancaman judi online, hingga bahaya paparan radikalisme serta kasus perundungan di kalangan remaja menjadi sorotan utama Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan. Hal tersebut ditegaskannya saat menyambangi SMP Negeri 3 Kokap, Kulon Progo, dalam kegiatan edukasi anak yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kulon Progo, Senin (5/10/2026).
Di hadapan para siswa dan guru, Agung mengingatkan kembali ikrar bersama yang diucapkan seluruh pelajar se-Kabupaten Kulon Progo pada akhir 2025 lalu untuk membentengi diri dari judol, paham radikal, dan praktik perundungan.
“Jadi, kita semua sudah melakukan satu ikrar, dan untuk itu Pemerintah Kabupaten Kulon Progo hadir untuk mencegah serta memberikan satu pemahaman kepada kalian semua,” ujar Agung.
Bupati secara khusus menyoroti risiko fatal judi online bagi status kependidikan para siswa.

“Kenapa hari ini kami perlu hadir? Untuk memastikan agar anak-anakku semua ini tidak terkena judi online. Karena dengan judi online, yang paling sederhana, HP kalian yang terintegrasi dengan data informasi kependidikan akan menyebabkan kalian kehilangan hak untuk mendapatkan dana-dana dari pemerintah, seperti PKH atau BOS. Jadi tolong tidak bermain judi online,” tegasnya.
Selain judol, Agung mewanti-wanti para siswa agar tidak terseret paham radikalisme yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945. Ia mendorong para siswa untuk menyalurkan energi muda mereka ke kegiatan positif, seperti olahraga, seni budaya, organisasi kepemudaan, serta memperkuat spiritualitas melalui kegiatan keagamaan.
“Yang ketiga, tidak boleh melakukan bullying atau perundungan kepada sesama. Kalau ingin jadi anak hebat, jangan bully temannya agar nyaman belajar bersama,” lanjutnya.

Mengenai keberlanjutan masa depan siswa, Agung memastikan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo siap memfasilitasi anak-anak yang memiliki keterbatasan biaya agar tetap bisa menempuh pendidikan setinggi-tingginya, salah satunya melalui program Sekolah Rakyat.
Tidak hanya menyampaikan pembekalan karakter, dalam kunjungan yang turut dihadiri jajaran Pemerintah Kalurahan Kalirejo dan Kapanewon Kokap ini, Bupati juga berdialog interaktif untuk menyerap aspirasi kebutuhan sarana sekolah serta mendata siswa yang membutuhkan bantuan biaya pendidikan
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Kokap, Uswatun Hasanah, menyambut hangat dan mengapresiasi perhatian besar yang diberikan oleh Bupati beserta jajaran pemkab.
“Kehadiran beliau (bupati) memberikan dukungan, memberikan motivasi, memberikan arahan kepada siswa-siswa kami agar lebih semangat belajar lagi. Juga pesan-pesan Beliau dari tadi tentang anti-bullying, anti judi online. Selain itu, untuk jangan sampai putus sekolah dan melanjutkan sekolah setinggi-tingginya. Insyaallah nanti akan ada jalan. Apabila ada keterbatasan biaya pun, nanti tentu saja akan ada jalan keluar yang akan diberikan melalui beasiswa atau bantuan lainnya oleh pemerintah,” ungkap Uswatun.
“Tadi juga kita enggak mengira kalau anak-anak diundang masuk bersama Pak Bupati. Dan malah Beliau akan memberikan apa yang diperlukan bagi sekolah ini yang mendukung untuk pembelajaran agar mereka lebih belajar dengan lebih baik, juga nantinya lebih semangat lagi,” imbuhnya.
Ia berharap pesan-pesan moral serta tawaran bantuan fasilitas sekolah dari Bupati dapat menjadi pemantik semangat bagi para siswa yang berada di wilayah pinggiran.
“Ya, dengan kunjungan hari ini mudah-mudahan anak-anak terinspirasi dan termotivasi. Apalagi tadi sudah disampaikan juga bahwa walaupun tinggal di daerah yang jauh dari keramaian, dari kota, sebenarnya banyak tokoh-tokoh juga yang berasal dari daerah, dan ini cukup memberikan motivasi belajar bagi anak-anak kami. Nah, ini juga kejutan juga,” ujarnya.
Source: media center


